Pages

Wednesday, December 15, 2010

Teman Baik (Bagian 10)

Setelah bermacam-macam tulisan tentang Teman Baik, akhirnya aku memutuskan untuk membuat tulisan ini.

Di edisi ke-10 ini aku akan bercerita tentang salah satu Teman Baik yang sudah aku temani sejak tahun 2007.

Ingatan aku tentang pertemuan pertama kami agak kabur, sebenarnya. Mungkin kami berdua pernah bertemu sebelum tahun 2007, tapi aku benar-benar tidak ingat.

Yang pasti, saat kami benar-benar berkenalan dan berhubungan di tahun 2007, aku merasa wajahnya sudah tidak asing lagi.

Pertemanan kami berawal dari sebuah lomba debat Bahasa Ingris bernama AUDC. Waktu itu aku menjadi Liaison Officer untuk tim dari Filipina dan temanku ini menjadi ketua tim Liaison Officer. Secara teknis, pada saat lomba debat tersebut, temanku ini adalah atasan aku.

Susah sekali untuk mengakui hal ini tapi temanku ini adalah atasan yang baik. Beneran asik 'kerja' sama temenku ini, alasannya sih karena aku (dan teman-teman lainnya) bisa ngejek-ngejekin dia, walaupun umur kita terpaut jauh. Dia bukan tipe-tipe senior yang minta digampar lah pokoknya.

Selesai lomba debat Bahasa Inggris itu, kami (aku, temanku, dan beberapa teman lainnya) masih suka bermain bersama. Nonton, makan, karaoke, ketawa-ketawa gak jelas di CC, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, lama-kelamaan teman-teman kami yang lain sering sibuk dengan kegiatan-kegiatannya yang lain.

Aku, yang selalu menyempatkan diri untuk bermain-main, menjadi orang pertama yang dia kontak. Hal ini berlangsung cukup sering, sampai akhirnya aku juga melakukan hal yang sama. Ujung-ujunynya, aku dan Teman Baik ini cukup bahagia kalau kami bisa main berdua.

Setiap ada film yang baru dirilis, kami kemudian sengaja janjian untuk nonton film itu bersama.

Sesudah atau sebelum nonton film, ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul biasanya terjadi.

Ceritanya macam-macam. Keluarga, kecengan, teman-teman, gosip-gosip kampus, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lama-lama, aku merasa, kami berdua bukan cuma sekedar teman main biasa. Aku sudah memandangnya sebagai salah satu Teman Baik.

Rasanya sudah tidak ada lagi rahasia hidup aku yang tidak dia ketahui.

Mulai dari kecengan, berantem sama teman baik lainnya, orang-orang yang aku sebelin, sampai selera selera musik dan film sampah yang biasa kita nikmati bersama.

Rasanya sudah jadi refleks untuk memberitahukan segala macam hal baru yang terjadi pada Teman Baik ini.

Oh ya, aku baru ingat satu hal, aku dan Teman Baik ini tidak pernah membicarakan masalah akademik.

Kesamaan diantara kami berdua adalah, kami berdua bukan orang yang berhasil dalam bidang akademik. Kami berdua tergolong orang yang pas-pas-an di ITB. Alhamdulillah lolos aja gitu.

Perbedaannya, aku beruntung bisa lulus [sangat] cepat dan dia tidak beruntung [dan malas] untuk lulus cepat-cepat.

Selain akademik yang pas-pasan, masih ada lagi kekurangan Teman Baik aku ini.

Contohnya adalah gaya berpakaian dia yang sangat-sangat membosankan. Beneran deh, Teman Baik ini sungguh tidak bisa berdandan. Ada masa-masa dimana Teman Baik aku ini terus-menerus memakai kemeja flanel biru/putih kotak-kotak. Kemudian, entah apa yang terjadi dengan kemeja flanel itu, Teman Baik ini tidak bosan-bosannya menggunakan jaket jeans warna biru. Aku aja sampai bosan ngasih taunya.

Kekurangan dia yang lain adalah kadang-kadang kelakuannya sangat mengganggu.

Kadang-kadang, dia memutuskan untuk selalu tersenyum untuk mengganggu. cengar-cengir gak jelas gitu. Mau ada gempa bumi, mau aku cerita soal sesuatu yang sedih, dia tetep aja nyengir annoying.

Ada juga masa-masa dimana dia ngambek, menolak untuk ngomong, atau jadi gak asik. Itu juga ganggu banget. Kadang aku cerita soal bahwa aku baru aja ketemu kecengen aku, yang kemudian dia respon dengan wajah kaku.

Sering banget aku harus bilang, "would you please show some excitement?"

Tapi tentu saja dibalik kekurangan-kekurangan si Teman Baik ini, ada banyak hal yang bisa membuat aku menobatkan dia menjadi salah satu Teman Baik.

Salah satu alasan aku suka sekali menceritakan berbagai macam kisah kehidupan aku pada Teman Baik ini karena dia membuat aku tetap waras dengan responnya yang jujur, khas pria yang blak-blakan.

Dengan menggunakan contoh yang sama, yaitu kecengan, aku jadi bisa melihat dunia hubungan cowok dan cewek dari sisi realita aka sisi cowok, bukan hanya dari sisi khayalan aka sisi cewek. Mirip kayak cerita He's Just Not That Into You, Teman Baik aku ini banyak memberikan insights soal sikap aku ke kecengan aku.

Contoh lain misalnya saat ngegosip. Biasanya aku dan Sara akan menggosipkan seseorang yang kami berdua tidak suka. Dengan santainya, Teman Baik aku ini akan melontarkan ucapan-ucapan seperti,

"yah… mungkin dia cari perhatian karena dirumahnya gak dapet perhatian dari orang tuanya kali…"

Tentu saja jawaban dia gak se-Oprah itu ya, tapi kira-kira kayak begitu lah.

Alasan lain yang bikin aku senang sekali berhubungan dengan Teman Baik ini adalah dia gak pernah nuntut apa-apa.

Teman Baik aku ini mau diajak kesana-kesini, mau disuruh nyusulin kesana-kesini, mau diajakin makan ke tempat yang aneh-aneh, dan selalu mau dikenalin sama teman-teman baru.

Baru-baru ini ya, Teman Baik aku ini melakukan hal yang sangat gila.

Berdasarkan keisengan, aku ngajakin dia nonton di Gandaria City jam 7 malam. Tanpa aku sangka, dia yang sekarang lagi ngekost di Cibubur datang dengan suka rela. Selesai nonton sekitar jam 9 malam, dia pulang ke Cibubur dari Gandaria dan memakan waktu hampir dua jam.

Entah karena memang dia kesepian tinggal di sebuah desa di Cibubur sana, entah karena dia emang pengen ikutan nonton, entah dua-duanya. Tapi pengorbanan Teman Baik aku ini gak bakalan pernah aku lupakan seumur hidup!

Banyak orang yang gak ngerti kenapa aku bisa berteman baik dengan temanku ini.

Aku juga gak ngerti sih.

Kalo aku sih temenannya tulus banget: kalo aku pernah bilang Friendship is A Party, nah, temenan sama Teman Baik aku ini aku bisa party melulu!

Karena tulisan ini udah sangat deskriptif menggambarkan si Teman Baik ini, gak ada gunanya lagi aku menyembunyikan nama Teman Baik aku ini.

Nama Teman Baik aku di edisi ke-10 ini adalah Saptomo, aku biasa memanggilnya 'tom' atau 'tomo'.

(Aku masih gak ngerti sampai sekarang kenapa ada orang tua yang sangat gak kreatif dan hanya mampu memberikan satu bagian nama. Hanya Saptomo. titik. tanpa embel-embel. mungkin nama anakku nanti bakalan tiga baris panjangnya, saking kreatifnya aku. LOL)



Aku bisa menulis banyak sekali hal tentang Tomo.

Mungkin aku bisa bikin lima lagi tulisan dalam edisi Teman Baik ini, cuma tentang Tomo. *lebay*

Tomo udah jadi teman yang baik banget untuk aku.

Aku senang sekali berteman dengan Tomo dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Sayangnya sekarang kami berdua udah jarang ketemu karena kewajiban masing-masing.

Sayangnya juga, aku dan tomo gak biasa ber-corny-corny atau ber-cheesy-cheesy ria.

The corniest and cheesiest that we got was when he wrote his thanks and dedication on facebook notes (cuma bisa dibaca sama temen-temennya Tomo aja kayaknya)

Intinya sih: aku berharap kalo aku dan Tomo bakalan berteman sampai selama-lamanya.


P.S. biar sekalian aja: Tomo ini lagi nyari pacar!

Kriteria cewek buat Tomo gampang kok: cuma cantik, baik, dan pinter. [hahaha]

kalau ada yang berminat, silakan hubungi aku aja, nanti aku hubungkan langsung ke Tomo. *wink wink*

Kelebihan Tomo yang belum tentu dimiliki oleh cowok-cowok lain: Tomo berbakat jadi Pendamping Wisuda yang oke! Jadi, buat yang mau wisuda April dan belom punya PW, boleh silakan hubungi aku atau Tomo langsung.

9 comments:

Anonymous said...

...

-tom

alienkeren said...

speechless ya tom? :)))

casciccus said...

akhirnyaaaaa...
tumpengan dulu dong tom! haha.
kok header blog lo udah ganti lagi aja sih al?
gaul beeng...

Anonymous said...

udah tumpengan koookkk...

;))

-tom

uchielutju said...

hooo.. ini toh tomo2 yang sering alien sama anie sebut2.hehehe

Anonymous said...

*ahem* jadi malu *ehem* sering disebut2 sama alien & anie *ahem*

-tom

uchielutju said...

ahaha. alien, temennya 'agak sedikit' narsis jg ya? :))

Belly Surya Candra Orsa said...

Great Blog..!!!! Keep Blogging.... :)

astie said...

ini tulisnya pake hati banget ya kayanya.. sesuatu bgt nih