Akhirnya, I came to my senses, aku menendang kemalasan aku dan memutuskan untuk melanjutkan tulisan tentang Teman Baik.
Di Bagian 9 ini, aku mau memperkenalkan teman-teman baik yang aku 'temukan' sekitar satu tahun empat bulan yang lalu.
Mereka adalah teman-teman KP Pertamina.
Aku gak bakalan pernah bisa melupakan pengalaman Kerja Praktek aku selama 1,5 bulan di Balikpapan.
Pengalaman itu membuat aku belajar banyak banget dan bertemu dengan berbagai teman-teman baru yang baik-baik. salah satu grup teman yang aku anggap baik banget udah pernah aku bahas disini.
Entah mengapa, aku belum pernah menuliskan tentang grup Teman Baik aku yang satu ini.

dari kiri ke kanan: Pras, Frizda, Alien, Tere, Cella, Cita
Jadi intinya pertemanan aku dan lima orang Teman Baik ini dimulai karena kami sama-sama melakukan Kerja Praktek di sebuah perusahaan minyak Indonesia yang bernama Pertamina.
Pertemuan aku dengan grup Teman Baik ini diawali dengan bertemunya aku dan Cella. Kami berdua bersekolah di SMA yang sama. Tapi karena kami bersekolah di sekolah negeri, dimana murid di sekolah negeri itu selalu terlalu banyak untuk diingat dan ditambah lagi kami yang sebenarnya berbeda angkatan, kami hanya sekedar tau nama, tanpa berteman dekat.
Kemudian, pertemuan aku selanjutnya terjadi di Balikpapan. Saat aku pertama kali menginjakkan kaki di Kantor Besar Pertamina RU V Balikpapan, ada dua mahasiswi lain yang juga baru akan memulai Kerja Praktek di perusahaan ini, Frizda dan Tere. Waktu pertama kali berkenalan, aku cukup kaget ketika mengetahui keduanya adalah mahasiswi ITB angkatan 2006. Aku sama sekali tidak pernah melihat wajah mereka berdua di kampus. Tapi, setelah tau ada anak ITB lain yang juga KP di Pertamina, sementara anak-anak ITB lain berlomba-lomba untuk KP di Total dan Chevron, aku sungguh lega.
Setelah bertemu dengan ketiga Teman Baik cewek, aku kemudian mulai bertemu dengan Teman Baik cowok. Aku tidak terlalu ingat bagaimana aku bertemu Cita dan Pras. Yang pasti, entah bagaimana caranya, kami hampir selalu bermain bersama.
Teman-teman KP Pertamina ini benar-benar membantu aku melewati hari-hari KP yang sangat menantang.
Cella dan Cita adalah teman-teman satu kantor di bagian Lindung Lingkungan. Kami bertemu hampir setiap hari. Senin hingga Jumat sekantor bersama, Sabtu dan Minggu bermain bersama. Mau tidak mau, kami berbagi banyak sekali cerita.
Cella yang ternyata berpacaran dengan temanku sejak SMP yang juga tetangga dekat aku. Aku menjadi saksi mata bagaimana pacar Cella bertemu dengan orang tua Cella untuk pertama kalinya. Benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan.
Cita, cowok cerewet yang senang sekali bercerita tentang segala macam hal. Sewaktu KP, dia adalah salah seorang cowok yang tampak memiliki rencana jangka panjang dalam hidupnya. Aku dulu sungguh yakin bahwa Cita akan menjadi orang pertama yang menikah di grup KP Pertamina ini.
Frizda, Tere, dan Pras juga hampir selalu ada setiap hari selama KP. Kami terlalu sering makan siang bersama. Terlalu sering bermain di hari Sabtu dan Minggu.
Frizda ternyata sekamar kostan dengan salah satu teman TL aku. Kalau mengingat pertemananku dengan Frizda, aku selalu ingin tertawa. Sekitar seminggu pertama berkenalan dengan Frizda, Frizda selalu salah memanggil namaku. Katanya dia enggak enak memanggil aku dengan panggilan "Alien", rasanya salah aja. Aku sampai harus dibantu Cella membenarkan persepsi Frizda mengenai namaku.
Tere, pertama kali melihat dia, aku sangat yakin kalau Tere orang Batak. Bertemu dengan sesama orang Batak membuat aku cukup tersenyum lebar.
Baru-baru ini saja, kami semua mengetahui salah satu rahasia terkelam dalam hidup Tere. Kalau sudah begini, rasanya kami semua akan berteman sampai mati.
Pras cukup membuat aku terheran-heran saat aku tau bahwa dia berpacaran dengan salah satu teman yang aku temui di tahun pertama di ITB. Aku masih ingat bagaimana aku menginterogasi Pras tentang hubungannya, malam-malam di Balikpapan, di sebuah parkiran ruko. Aku, Pras, dan Cella duduk di bangku seadanya di parkiran tersebut.
Setiap mengingat-ingat apa saja yang sudah pernah aku lakukan selama berkuliah di ITB, masa-masa KP adalah masa-masa yang sangat tidak mungkin terlupakan.
Karena itulah, teman-teman KP Pertamina juga menjadi bagian yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup aku.
Mungkin kami memang tidak berhubungan setiap saat, tidak seperti hubungan Teman Baik pada umumnya. Tapi setiap kami bertemu, dan kami berusaha untuk bertemu, kami selalu merasa senang. Rasanya selalu ada cerita yang harus diceritakan, selalu ada curahan hati yang harus didengarkan, dan selalu ada hinaan yang harus dilontarkan.
Semoga kami bisa selalu saling mendukung seperti kami mendukung satu sama lain saat kami KP dahulu.
Semoga kami semua bisa menjadi orang-orang sukses, sesukses kami menjalankan KP di Pertamina dulu.
Semoga pertemanan kami berumur panjang, sepanjang hayat dikandung badan.







2 comments:
aliennnn,,so sweet!!amien semoga kita sukses semuaa..:)
makasih,alien buat cerita singkat nan mengena ini xD
Pantulan Cermin: terima kasih ya... dan sama-sama...
AMIN-AMIN-AMIN!!!
Post a Comment