Pages

Sunday, October 24, 2010

Saya Gak Mau Kerja (Dulu)

Segala sesuatu di dalam hidup ini selalu ada sisi baik dan sisi buruknya.
Termasuk wisudaan.

Saya SENANG SEKALI karena saya sudah menjalani prosesi wisuda bulan Juli kemarin.

sisi baiknya banyak sekali.
contohnya saja, sejak bulan Juli hingga Oktober ini, saya sudah berhasil mengunjungi enam negara, dua di Asia dan empat di Eropa.
Saya juga sudah menambah koleksi teman dari berbagai macam negara, ras, dan suku bangsa.

Sayangnya, seperti berbagai macam hal yang ada di kehidupan ini, wisudaan punya sisi buruknya.
Sisi buruknya dapat tergambarkan dalam percakapan berikut ini.

Teman: "Alien!!! Udah lulus ya?"
Saya (senyum bangga): "Iya. Wisudanya Juli kemarin."
Teman: "Wow! Keren banget! terus sekarang kerja dimana?"
Saya: "Gak kerja."
Teman: "Oh... belum keterima dimana-mana?"
Saya: "Emang gak mau kerja."
Teman (melihat dengan tatapan hina): "Gak mau kerja? terus mau apa?"
Saya: "Mau jalan-jalan aja."
Teman (melihat dengan tatapan sinis): "Jalan-jalan? tapi mau sekolah lagi?"
Saya (bingung): "Oh? iya sih... tapi tahun depan aja. santai."
Teman: tidak berkomentar. hanya mengangguk-angguk bingung.

Saya sih gak ngerti loh ya.
Ini kan hidup saya.
Saya yang akan menjalaninya.

Emang kenapa kalau saya gak mau kerja?
Emang kenapa kalau saya gak percaya untuk menyia-nyiakan masa muda hidup saya menjadi budak sebuah perusahaan hanya demi uang?
Emang kenapa kalau saya punya pikiran-pikiran lain tentang masa depan saya?
Emang kenapa kalau kebetulan pikiran-pikiran masa depan saya itu berbeda dengan pemikiran masa depan kebanyakan orang?

Saya sih gak pernah tuh bilang kalau pola pikir orang-orang kebanyakan salah.
Lahir, balita, masuk TK, masuk SD, masuk SMP, masuk SMA, masuk universitas, kerja di perusahaan, punya keluarga, punya keluarga yang punya keluarga, mati.

Saya juga gak pernah bilang kalau saya gak pengen kerja seumur hidup saya.
saya tau, suatu saat saya harus bisa menghasilkan uang sendiri.
cuma gak sekarang aja.

Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambah dewasa-nya saya, saya sih sungguh sangat gak setuju dengan orang-orang yang masuk kuliah demi prospek kerja ke depan.
Salah satu tante saya malah bilang gini,
"semua sekolah yang sudah di tempuh, ujung-ujungnya itu untuk kerja juga."
Gila! Sungguh sangat konservatif!

Maafkan kalau saya punya pemikiran yang berbeda dengan kebanyakan orang.
tapi saya selalu mendukung teman-teman saya yang memilih jalur 'lahir-sekolah-kerja-berkeluarga-mati'.
coba dong, yang ngaku teman-teman saya, dukung pilihan saya yang sekarang ini:
SAYA GAK MAU KERJA (dulu)

7 comments:

samsi said...

yawda, gapapah kalau ga mau kerja...
tapi kawin yah, nanti dikasih permen deh *berasa nyogok anak kecil* wakakaka..

Anonymous said...

saya dukung al! :))

-tom

ketut said...

komentar (teman) tersebut wajar sepanjang indonesia masih negara berkembang al, dan isi dari blog ini pasti berbeda kalau kondisi kamu tuh beda...

umumnya, setelah dirasa usai(dalam pendidikan) seseorang akan berusaha mandiri dan mengurangi beban pemberi dana kehidupannya selama ini, yaitu dengan bekerja... Banyak2 bersyukurlah kalo kondisi kamu gk umum...

dan pernyataan "Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambah dewasa-nya saya, saya sih sungguh sangat gak setuju dengan orang-orang yang masuk kuliah demi prospek kerja ke depan." Ya, ini diakibatkan kondisi kamu yg gk "umum" al...

lagi pernyataan tante kamu
"semua sekolah yang sudah di tempuh, ujung-ujungnya itu untuk kerja juga." hmmm... ujung2nya kamu emang kerja juga kan?

thefreshmaker said...

gue dukung lo kok aaall!!
yang penting kalo pulang ke indonesia jangan lupa oleh-olehnya!
*friend with benefits
hahaha

annisa.nurfitri said...

dukungnya gimana al? ga ada reg spasi apaaa gitu? :p

alienkeren said...

samsi: cariin jodoh atuh... hahaha!

tom: thank you, tom!

ketut: siapa yang bilang aku gak banyak bersyukur dengan keadaan aku tut?
maaf deh kalo keadaan aku 'beda' sama keadaan orang-orang pada umumnya. I accept it. why don't others do accept it too?

thefreshmaker: hadeeehhh... matre!!! masa yang penting oleh-oleh??? ckckck

annisa.nurfitri: sms ke nomer mama yang baru ya. jangan telepon. cukup transfer pulsa aja. mama lagi di kantor polisi soalnya

deyus said...

gw jg mendukung al..
dengan doa gpp kan ya..

mengelora jiwa kawula muda gw
liat anak indonesia kyk lu al..
punya visi kedepan..
:)