Yah, sekarang sih memang sedang tidak ada berita soal ospek. soalnya ospek terpusat ITB udah berakhir sekitar sebulan yang lalu.
Tapi tunggu aja, kalau nanti ada berita sedikit miring tentang ospek pasti semua pusat informasi media memberitakannya. Kadang malah beritanya salah-salah.
Padahal ya, kalau dipikir-pikir ospek di ITB sekarang biasa-biasa aja loh.
gak santai sih. banyak tekanan dan segala macem. tapi semua hal yang dipaksa untuk dilakukan selama ospek di ITB itu pasti ada maksudnya.
Misalnya ya, aku ingat, waktu aku ospek jurusan zaman dulu, aku paling benci yang namanya senam air.
Senam air sebenarnya adalah senam yang dilakukan dengan posisi kaki kuda-kuda, dengan kedua tangan direntangkan sambil membawa dua botol air minum. Sambil bersenam air itu, kami harus menyebutkan deretan angka-angka yang ditentukan oleh kakak kelas hingga seluruh anggota di angkatan aku kebagian menyebutkan angka. Deretan angka yang dipilih biasanya yang cukup sulit, misalnya deretan angka bilangan ganjil, genap, atau bahkan bilangan prima.
Aku adalah orang yang sangat membenci olahraga, pas dipaksa melakukan hal itu, aku kesal setengah mati.
Sampai sekarang aku belum menemukan apa arti dibalik senam air tersebut.
Yah, emang sih bisa sekaligus melatih konsentrasi sekaligus melatih fisik. Tapi hal itu biasa-biasa saja.
Yang jelas, waktu ospek dulu aku lebih kurus daripada aku yang sekarang. dan itu kelebihan tersendiri.
Awal dari tulisan ini sebenarnya adalah pengalaman ospek yang sedang dihadapi oleh adekku pada saat ini.
Adikku akhirnya akan memulai kuliah disebuah perguruan tinggi swasta, di Jakarta.
Mulai dari hari Senin kemarin, dia sudah sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ospek di kampusnya.
Ospeknya memang cuma dua hari, tapi tugas-tugas yang diberikan benar-benar tidak masuk akal.
Tugas yang tidak masuk akal yang aku maksud ini memang benar-benar tidak masuk akal.
Salah satu tugas yang paling tidak masuk akal adalah perintah untuk membawa foto sendiri dengan gaya 'alay' bersamaan dengan cerita narsis tentang diri sendiri sepanjang satu halaman folio yang ditulis tangan dengan gaya 'alay' dan warna tinta yang diganti setiap katanya.
Serius, aku tidak melihat ada maksud apa dibalik tugas tersebut.
aku benar-benar tidak bisa melihat esensi dari tugas tersebut.
Mungkin kalau adekku memilih jurusan seni, tugas itu akan menjadi sedikit masuk akal.
Orang seni kan harus bisa menyelami berbagai tingkatan kreatifitas yang ada di dunia, seharusnya.
Sayangnya jurusan yang dipilih adikku adalah jurusan yang cukup jauh dari seni.
Tugas lain yang tidak masuk akal adalah perintah untuk membuat profil Ketua dan Wakil Ketua BEM.
Gini ya, adik aku juga disuruh menulis essay tentang peralatan kuliahnya, dan tentang universitasnya, juga tentang sejarah universitasnya.
Tugas itu masih masuk akal. Aku setuju bahwa mahasiswa baru memang harus diperkenalkan mengenai universitas tempat dia akan belajar selama beberapa tahun ke depan. Menulis essay adalah salah satu caranya.
Tapi menulis profil Ketua dan Wakil Ketua BEM, apa ya maksudnya?
Apa yang si ketua dan wakil ketua BEM ini telah lakukan pada dunia sehingga profilnya harus diketahui oleh semua mahasiswa baru?
Mengapa begitu penting untuk mengetahui profil si ketua dan wakil ketua ini?
Apakah ketika adekku telah menjadi anggota BEM maka adekku diwajibkan untuk menyembah ketua dan wakil ketua BEM ini, sampai-sampai adekku harus repot-repot meng-google data-data mereka dan membuat sebuah tulisan tentang mereka???
Si Ketua dan Wakil Ketua BEM ini kayaknya orang yang terlalu mencintai diri mereka deh.
Aku sih sangat setuju dengan adanya ospek.
Aku akan sangat sedih bila ospek dihapuskan dari muka bumi ini.
Tapi, ospek seperti apakah yang dibutuhkan oleh pelajar-pelajar muda zaman sekarang?
Mungkin tindakan Rektorat ITB yang melarang berbagai bentuk OSKM atau INKM atau apalah namanya itu ada benarnya.
Aku tidak pernah ikut OSKM, tidak pernah jadi panitia PMB, apalagi INKM, dan aku tidak merasa kekurangan teman, atau kekurangan rasa kebanggaan pernah menjadi mahasiswa ITB.
Mungkin kegiatan ospek yang dilakukan oleh Universitas Pelita Harapan adalah kegiatan yang paling relevan dengan keadaan zaman sekarang.
Mereka membuat acara penyambutan untuk para mahasiswa baru dengan cara membuat sebuah pentas seni, mengundang berbagai macam artis dan band untuk menjamu para mahasiswa baru ini.
Intinya sih, aku sangat mendukung adanya ospek jika kegiatan-kegiatan yang dilakukan memiliki makna dan tujuan tertentu.
Kegiatan yang hanya bermaksud untuk 'ngerjain anak baru' dan 'balas dendam' adalah jenis kegiatan yang termasuk dalam kategori ospek primitif yang harus dihapuskan dari muka bumi ini.
Jadi tiba-tiba teringat.
Anak TL 2009 sebentar lagi akan di ospek oleh teman-teman TL 2007 dan 2008.
Sedikit pesan buat mereka:
untuk TL 2007 dan 2008 --> tolong pastikan setiap tindakan kalian memiliki makna. pointless shouting and relentless tiring assignments will only create hatred, not pride.
untuk TL 2009 --> hang in there! no one wants to harm anybody. If you don't get any sense of the whole thing now, you will get it later, in your life.







2 comments:
ospek itu harus.
-tom
tom: iya. ospek itu harus. tapi bentuknya seperti apa???
Post a Comment