Pages

Saturday, July 03, 2010

Saya Sayang Adik Saya

Iseng-iseng, saya nge-search blog saya sendiri untuk tau seberapa banyak saya menulis tentang adik saya. Cukup banyak ternyata, tapi gak sebanyak yang saya harapkan.
Jadi, sehubungan dengan ulang tahunnya adik saya yang tercinta, saya akan menulis sedikit tentang adik saya ini.

Adik saya bernama Aliannisya Fatma Loebis.
Lahir di Bandung, RS. Santo Borromeus, pada tanggal 3 Juli 1992.
Saya ingat sekali situasi saat mama mengandung Alia. Waktu itu saya masih TK, TK Besar.

Mama memang melahirkan Alia di Bandung, padahal papa waktu itu sedang bertugas di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.
Walaupun harus terpisah pulau, mama dan papa memaksa agar Alia bisa dilahirkan di Pulau Jawa dan bukan di daerah pertambangan terpencil.
Alasannya karena diantara saya dan Alia ada seorang bayi kecil bernama Amelia Feni Fatma yang lahir dengan berbagai penyakit komplikasi, termasuk sumbing dan jantung, dan akhirnya meninggal di usia tiga bulan. Saat mama hamil Amelia, mama terus-terusan berada di Pomalaa, hingga melahirkan.
Antara mama yang kurang menjaga kandungan saat hamil, atau mama memang kurang gizi sata hamil, atau memang penyakit Amelia yang tidak terdeteksi saat mama hamil, Amelia dilahirkan dengan berbagai kekurangan. Sampai akhirnya meninggal.
Tidak mau mengulang keaadan serupa, sejak mama masih hamil muda, mama sudah pindah ke Bandung dengan keinginan untuk melahirkan di Bandung.

Lalu Alia lahir. sehat walafiat.
Waktu Alia lahir, saya baru berumur 5 tahun.
Saya, seperti anak kecil pada umumnya, selalu iri dengan adik saya.
Saya dulu sangat-sangat-sangat membenci Alia.
Saya iri kalau dia digendong terus-menerus.
Saya kesal karena mama-papa seperti lebih menyayangi dia daripada saya.
Saya marah karena selalu dipaksa mengalah pada Alia yang lebih muda.

Ketika Alia mulai besar, saya masih juga kesal padanya.
Alia tumbuh menjadi pintar dan cantik.
Kulitnya putih dan ramah senyum.
sangat berbeda dengan saya yang sudah gendut dan hitam sejak kecil karena suka makan dan main panas-panasan. Belum lagi saya yang terkenal suka cemberut dan gampang kesal sejak kecil. Alia jadi anak yang lebih 'dipilih' oleh orang sekitar.
Apalagi komentar-komentar Alia yang menggemaskan khas anak kecil.
Sementara komentar-komentar saya dari kecil sudah pedas dan penuh dengan sarkasme.

Lalu, kami berdua semakin besar, sampai akhirnya kami pindah ke Bandung.
Saya sibuk dengan entah apa saja kegiatan saat saya remaja, hingga saya tidak terlalu memerhatikan kehidupan Alia.
Saya baru 'teringat' akan Alia saat saya mulai SMA.
di SMA, saya dulu mulai berpikir "kenapa saya tidak pernah ngobrol dengan Alia ya?"
tapi saya merasa semuanya sudah 'terlambat'.
saya sudah memasuki masa puber dimana saya merasa saya adalah orang dewasa yang paling tau segalanya. saya kemudian menjadi jauh dari Alia karena saya merasa adik saya tidak tau apa-apa, selain itu juga karena memang kita tidak tinggal serumah.
Sampai pada akhirnya saya menyadari bahwa Alia hampir menganggap saya sebagai 'role model'.
Saya ngerasa banget loh dulu kalau Alia suka lagu yang saya suka. Alia suka film yang saya suka. Alia baca majalah yang saya baca. dan masih banyak lagi hal yang Alia lakukan karena saya dulu melakukannya.

Sekarang, Alia sudah besar.
Hari ini Alia berumur 18 tahun.
Benar-benar tidak terasa.

Pada suatu hari, waktu itu kami sekeluarga sedang berada di Toronto.
Seorang pekerja hotel tiba-tiba menyapa kami dengan ramah dan kami sempat berbincang.
Tiba-tiba dia mengatakan hal tentang Alia yang masih saya ingat sampai sekarang,
"She will always be the baby in the family."

Hingga saat umur Alia 18 tahun ini, kalimat itu masih terngiang-ngiang ditelinga.
Sampai kapanpun Alia akan menjadi anak kesayangan di dalam keluarga.
Tidak peduli umur Alia 12, 18, atau bahkan 26 tahun, Alia pasti masih menjadi si bungsu yang harus selalu disayang dan dilindungi.
Tidak peduli bila dandanannya paling trendy masa kini, tidak peduli bila teman-temannya sudah terlihat seperti bapak-bapak dan tante-tante, Alia masih akan terus menjadi anak kecil dimata saya, mama, dan papa.

Semoga Alia bisa menerima kenyataan bahwa saya, mama, dan papa sangat menyayangi Alia.
Bahwa semua persepsi kami tentang Si Kecil Alia itu semata-mata karena kami sungguh sayang pada Alia.
Bahwa semua cinta kasih kami ditujukan agar Alia dapat terlindungi dari segala macam kekerasan yang ada di dunia ini.
Bahwa kami selalu ingin Alia bahagia, sukses, dan bisa menjadi anak dan adik yang baik dan bermanfaat.

Sungguh, saya sangat sayang adik saya, Alia.

3 comments:

.dyah. said...

nasip anak sulung dan, tentunya, nasip anak bungsu yak. haha
selamat ulang tahun alia..
selamat menjadi mahasiswa.:D :D

Anonymous said...

"Sementara komentar-komentar saya dari kecil sudah pedas dan penuh dengan sarkasme."

pantesaaannn....

-tom

ps: selamat ulang tahun alia :)

The freshmaker said...

Aduh al, gue terharu deh bacanya.
Ga nyangka ternyata lo punya kehidupan dan hati yang normal juga. Ahahaha.
Anyway, happy belated bday ya buat alia.
Tapi waktu itu juga udah ngucapin lewat yman sama lo kan?? * pembenaran. Hahaha.