Pages

Monday, June 28, 2010

Akhirnya...

... perjuangan selama empat tahun (kurang dua bulan. hahaha!) BERAKHIR!!!

Ini adalah 4 laporan Tugas Akhir yang akan aku bagi-bagian sesuai dengan kebutuhannya, termasuk untuk aku sendiri.
Biar ada kenang-kenangan, betapa susahnya lulus dari Institut Teknologi Bandung!
Laporannya tipis banget lagi. LOL

Semoga laporan Tugas Akhir aku yang akan ditempatkan di perpustakaan akan bermanfaat untuk penelitian selanjutnya!

Monday, June 21, 2010

Minggu Pagi di Victoria Park

Semuanya bermula dari seorang teman yang nulis di twitter kalau film Minggu Pagi di Victoria Park itu lumayan bagus, sayangnya udah hampir hilang di bioskop.
Jadilah kemarin, setelah mengerjakan revisi dengan malas-malasan, aku dan Dede memutuskan untuk menonton film ini.

Tanpa menonton trailer filmnya, tanpa tau cerita film ini tentang apa, tanpa mengingat Victoria Park itu dimana, aku langsung aja masuk bioskop.
Aku masuk ke dalam bioskop itu agak terlambat, prolognya sudah mulai.
Pahlawan Devisa sudah mulai disebut-sebut.
Setelah itu film mulai.
Baru deh semuanya muncul dipikiranku.

Cerita di film ini adalah tentang Tenaga Kerja Wanita Indonesia di Hong Kong.
Aku jadi teringat saat-saat liburan akhir tahun ke Hong Kong beberapa tahun yang lalu.
Aku, mama, papa, dan Alia menginap di sebuah hotel yang terletak tidak terlalu jauh dari Victoria Park dan di taman itu ada pohon natal yang besar dan indah.
Kami berempat jalan-jalan ke taman itu dan sibuk berfoto bersama si pohon natal sementara disekeliling kami banyak Tenaga Kerja Wanita yang berkumpul menghangatkan tubuh bersama.
Waktu itu, tidak banyak orang Indonesia. Filipino kebanyakan.

Dari koran dan berita di TV, udah banyak banget cerita tentang Tenaga Kerja Wanita Indonesia di luar negeri.
Ada yang dipukulin, ada yang majikannya baik, ada yang berhasil bikin keluarganya di kampung sukses, ada juga yang saking susahnya hidup di luar negeri malah jadi pekerja seks.
Yang baru aku tau soal TKW Indonesia di luar negeri, ternyata ada yang jadi lesbian.
Lesbian ini bener-bener sesuatu yang baru buat aku.

Selain itu, aku baru tau loh, kalo perempuan-perempuan calon TKW yang disalurkan melalui agen resmi itu bener-bener dilatih berbagai macam kemampuan yang akan mereka butuhkan di rantau nanti.
Contohnya aja, mereka diajarkan memasak, bahasa sehari-hari disana, sampai cara membersihkan toilet.
Sebegitu serius-nya ya industri tenaga kerja wanita Indonesia di luar negeri?
Aku bener-bener baru tau.

Yang paling mengesalkan sih adanya cowok-cowok matrerialistis yang mendekati TKW-TKW polos ini.
Ditambah lagi dengan lintah darat modern yang morotin TKW-TKW yang sebenarnya gak punya uang ini.
Intinya, TKW itu sebenarnya gak punya uang dan tetap aja polos. Jahat banget deh orang-orang yang memanfaatkan kepolosan itu untuk mendapatkan uang dari mereka.

Intinya, film ini bagus deh.
Sayangnya terlalu cepat berakhir di bioskop deh.
Titi Sjuman cantik, aktingnya bagus.
Lola Amaria kaku banget. Antara karakter dia yang emang orangnya kaku, atau dia emang bener-bener maksa punya logat Jawa.
Donny Damara biasa aja. Donny Alamsyah juga.
Pemain lainnya keren-keren. Sangat maksimal dalam akting, gerak-gerik, dan gaya berbusana.
Beneran deh, leopard legging, skin-tight shirts, nasty leather-but-synthetic jacket, ada semua disini!
yang lucu tapi geli juga adalah adegan suka-suka-an antara Mayang dan Vincent. bukannya terasa romantis, malah bikin ketawa.
dan yang paling seru dari film ini adalah soundtrack-nya yang OKE BANGET!
kecuali lagu-nya Kangen Band lah ya...

So, silakan langsung mengarak ke website Minggu Pagi di Victoria Park buat mendapatkan sedikit dari keseruan yang aku dapatkan kemarin!

Toy Story 3

Disney and Pixar has done it again!!!
Toy Story 3 is the BEST Toy Story ever!!!

I remember the first time I watched Toy Story.
I was really small, grade 5, maybe.
and I was fascinated by it.
I was, also, still small enough to imagine that my toys did actually talk to each other everytime I left them alone.
It was a wonderful moment, watching Toy Story.

Toy Story 2 didn't leave that huge of impacts in my life.
I can't even remember the moment I watched it for the first time.
I guess it was because there is no significant different from the first time and I thought it was going to be like any other movie sequels: crappy.

But Toy Story 3 will be one of the movies that I will definitely remember for the rest of my life.
All the little details about toys (Barbie and Ken rock the story so-so-so bad!), all the significant difference (Andy's going to college), all the twisted story (it was hard not to let an "awww" out of my mouth), and all the little details about landfill and incinerator (which successfully reminded me about my research paper) were beyond great!
The movie really took me to infinity and beyond.
There is no more word that is able to describe the feelings that I experienced by watching Toy Story 3.
It was an experience and more!

So, why wait?
what's your hesitation?
You REALLY don't wanna miss watching the movie in the cinema!

Sunday, June 20, 2010

Pink Martini - Sunday Table



I have been falling in love to this song since the very first time I listened to it on the radio.
When it first came out, it was really hard to find both of the download-able link and the lyrics.
Everytime I listen to this song, I can't stop smiling.
The music has a lot of bossa nova in it and the lyrics tell a too-simple of a love story, which I adore.
So, here's the song and the lyrics.
May you have the peaceful but yet playful feeling like I have, everytime I hear this song!
Enjoy!

Pink Martini - Sunday Table

She is walking quickly
Like there's some place she must be.
In her eyes there's no one,
There is no one she needs.

He sits with his paper
At a sunday table.
Just another morning..
She steps into his gaze.

He looks at her,
She looks at him,
For a moment there is nowhere she is going.
He looks at her,
She looks at him,
For a moment they could almost fall in love.

Not a word is spoken,
No touch, no heart broken.
Just another morning
Of a beautiful day.

He looks at her,
She looks at him,
For a moment there is nowhere she is going.
He looks at her,
She looks at him,
For a moment they could truly fall in love.

He looks at her,
She looks at him,
For a moment there is nowhere she is going.
He looks at her,
She looks at him,
For a moment there is stillness in the world .. turning
World turning .. round ..
Around ..
Around ..

Friday, June 18, 2010

Kata Pengantar

Oke.
ini adalah Kata Pengantar yang sudah aku tulis dengan susah payah namun tidak diperbolehkan masuk kedalam Kata Pengantar di Laporan Tugas Akhir aku.
Jadi, daripada Kata Pengantar ini menjadi file tidak berguna di laptop aku, makanya aku putuskan untuk menulisnya disini, sebelum Kata Pengantar ini dihapus selama-lamanya dari peradaban dunia.

TERIMA KASIH BANYAK untuk SEMUANYA!

KATA PENGANTAR


Syukur yang sebesar-besarnya penulis ucapkan pada Allah SWT atas karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. Selama melaksanakan Tugas Akhir ini, penulis mendapatkan bantuan, dukungan, dan masukan dari banyak pihak. Penulis ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak, diantaranya:

  1. Mama, Papa, dan Alia, yang sudah mendukung dalam segala hal dan memberi semangat pada penulis apapun yang terjadi. Terima kasih atas kepercayaan yang selama ini diberikan.
  2. Prof. Enri Damanhuri yang sudah sangat sabar dalam membimbing penulis.
  3. Dr. Ir. Agus Jatnika selaku Ketua Departemen Teknik Lingkungan ITB.
  4. Ir. Djoni Kusmulyana Usman, M.Eng selaku Koordinator Tugas Akhir, Rofiq Iqbal, ST, M.Eng., Ph.D. sebagai Koordinator Ujian Sarjana, dan Herto Dwi Ariesyadi, ST, MT, Ph.D. sebagai Koordinator Seminar
  5. Staff Tata Usaha Teknik Lingkungan ITB atas bantuannya dalam segala hal yang mendukung akademik penulis selama empat tahun kebelakang.
  6. Teman seperjuangan tugas akhir penulis: Dena Sismaraini, atas kesabaran dan dukungan yang diberikan tanpa bosan untuk penulis
  7. Teman-teman TL: Ravina (yang pemikirannya kadang tidak bisa penulis pahami), Sara (yang semangat dan keceriannya selalu menemani penulis), Aini (cara berpikir positifnya yang membuat penulis optimis), Irna (yang selalu bersedia mendengarkan cerita-cerita penulis), Serli (yang selalu memberi motivasi pada penulis), Mila (yang menghibahkan tema Tugas Akhir ini pada penulis), Lele (yang suara tingginya selalu menghibur penulis), Icha (yang selesai jauh sebelum penulis selesai sehingga memacu penulis), Anie (yang selalu berpikir rasional), Dede (yang selalu menemani penulis di dunia maya), Marina (yang membantu penulis dengan jurnal-jurnal internasionalnya), yang selalu menemani penulis selama penulis menimba ilmu di TL ITB. Terima kasih atas segala macam bentuk dukungan dan dorongan semangat yang tak pernah berhenti.
  8. Teman-teman 8EH Radio ITB: Samuel, Ayesh, Andra, Gisha, Nico, Roro, Ruri, Tiara, Rani, Fuji, Melati, Aldi, Via, Sasmaya, Tomy, Fahmy, Biru, Ade, dan teman-teman lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu, atas pengertian, perhatian, dan doa selama penulis mengerjakan tugas akhir.
  9. Teman-teman lain: Diah, teman sejak SMP yang selalu ada saat dibutuhkan. Tomo, teman yang selalu menggoda penulis untuk melupakan tugas akhir dan selalu mengajak penulis hura-hura. Asti, teman sejak SMP yang sering merasa tidak hebat padahal pintarnya bukan kepalang. Denny, pacar Sara yang selalu menemani dan menghibur saat suka dan duka. Teman-teman ini adalah teman yang selalu menggoda penulis untuk lulus dalam waktu lama, tapi tetap memberi dukungan moril secara tersirat.
  10. Teman-teman seperjuangan yang akan wisuda bulan Juli ini: tetap semangat! Perjuangan masih panjang!
  11. Teman-teman TL 2006 karena telah menjadi teman seangkatan terbaik yang pernah ada.
  12. Semua tante, om, dan sepupu-sepupu yang selalu mendoakan yang terbaik bagi penulis.
  13. Teh Nur, Bang Asep, Ihsan, Rahma, Hafidz, Pak Solihin, Teteh Nani, Teh Oroh, Ramlan, dan Mang Uhun atas bantuannya dalam mendukung segala macam hal selama penulis berada di rumah ataupun saat survey di luar rumah.
  14. Teman-teman SD Antam I Pomalaa, SMP Negeri 5 Bandung, SMA Negeri 3 Bandung, ITB, SEF, LO AUDC, KP Balikpapan, dan LO IVED, atas doa dan perhatiannya.
  15. Semua pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih yang sebesar-besarnya.

Semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bermanfaar bagi studi-studi selanjutnya. Jika ada kesalahan-kesalahan, penulis berharap pembaca dapat memaklumi dan penulis juga memohon maaf atas kesalahan-kesalahan tersebut.


Bandung, Juni 2010

Penulis

Thursday, June 17, 2010

Fakta vs Mitos

Berkat banting tulang selama beberapa bulan ini dalam mengerjakan TA, di hari-hari terakhir aku menimba ilmu di ITB, aku akan menceritakan beberapa mitos dan fakta tentang proses penyelesaian Tugas Akhir.

Mitos 1: Mahasiswa berprestasi pasti lulus lebih cepat daripada mahasiswa tidak berprestasi.
Fakta: Kecepatan lulus seorang mahasiswa didasari oleh beberapa hal. Yang pertama adalah seberapa besar keinginan mahasiswa tersebut untuk lulus cepat. Yang kedua adalah ketepatan mahasiswa tersebut dalam menentukan tema/topik Tugas Akhir. Yang ketiga adalah ketepatan mahasiswa tersebut dalam memilih dosen pembimbing. Yang keempat adalah ketepatan dalam memilih kelompok pengerjaan Tugas Akhr. Masalah berprestasi atau tidaknya seorang mahasiswa dan ke-gilang-gemilang-an IPK mahasiswa tersebut adalah hal kesekian ratus dalam penentuan kelulusan mahasiswa yang bersangkutan.

Mitos 2: "Tugas Akhir saya gampang!"
Fakta: Tidak ada Tugas Akhir yang gampang. Semua Tugas Akhir memiliki titik kesusahan yang berbeda-beda. Jika diawal pengerjaan Tugas Akhir terasa mudah, tunggulah saat penyusunan laporan. Rasakanlah susahnya mengerjakan Tugas Akhir.

Mitos 3: "Ujian Sarjana saya lancar"
Fakta: Dari pengalaman saya menjadi saksi Ujian Sarjana di beberapa jurusan di ITB, tidak ada Ujian Sarjana yang 'lancar'. Mahasiswa yang diuji oleh dewan dosen penguji pasti akan dipojokkan dan dipermalukan habis-habisan. Selalu ada titik dimana mahasiswa tersebut akan merasa untuk menjadi orang yang paling bodoh sedunia setelah dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan dari dosen.

Mitos 4: "Saya sangat lega ketika diumumkan LULUS"
Fakta: mungkin kelegaan itu akan bertahan dalam beberapa saat, tapi pas udah tau banyaknya revisi laporan yang harus dilaksanakan, maka kelegaan itu menjadi hilang.

Mitos 5: Banyak orang berubah menjadi 'galau' di saat tingkat akhir. Banyak yang membutuhkan belaian lawan jenis untuk mengatasi kegalauan itu.
Fakta: Kesuksesan seorang mahasiswa Tingkat Akhir didasarkan atas seberapa fokusnya mahasiswa tersebut dalam mengerjakan Tugas Akhir. Bila seorang mahasiswa sibuk mengatasi kegalauan tanpa alasan yang dimilikinya atau sibuk mengaharapkan belaian sayang dari lawan jenis, niscaya pengerjaan Tugas Akhir tersebut menjadi lebih lama.

Lima mitos dan fakta ini adalah benar adanya dan udah aku alami sendiri.
Jadi, bagi yang ingin tau, cepat-cepat lah menginjak Tingkat Akhir di tempat kuliah masing-masing. Alami hal ini sendiri-sendiri.

Sunday, June 06, 2010

Berpulang

Rencananya sore-malam ini aku mau hura-hura.
Rencana awalnya ada Samuel, Ayesh, Gisha, dan Ade.
Gak taunya, Gisha ada acara keluarga.
Jadi rencana berubah ditengah jalan. Cuma ada aku, Samuel, dan Ade.
Tiba-tiba, jam setengah 5an sore, Ayesh gak jadi pergi.

Katanya Bapaknya mau masuk UGD lagi.

Jam setengah enam-an, Samuel dapet telepon dari Gisha.
nanyain, apakah bapaknya Ayesh meninggal?
Kita semua kaget.

Jam 6.15, aku memutuskan buat nelepon Ayesh.
Bapaknya udah meninggal.

Bapaknya Ayesh memang sudah tua.
Udah sakit-sakitan semenjak kita baru masuk ITB.
Sakitnya semakin parah sejak sekitar bulan Maret.

Kami semua kaget.

Jujur saja, saat tahu beritanya, aku sedang bersama Samuel dan Ade, haha-hihi gembira.
Sedihnya belum terasa.
Saat teman-teman lain bergabung pun, sedihnya belum terasa.
Saat sampai di rumah Ayesh pun, sedihnya belum terasa.
Ayesh dan mama-nya tegar banget deh. apalagi banyak ketemu temen di rumah Ayesh.
Jadi sedihnya belum terasa.
Saat Ravina nelepon heboh berlebihan, nanya dia harus dateng atau enggak, padahal kedatangan dia gak guna juga, sedihnya masih belum terasa.

Saat aku nyetir sendiri pulang ke rumah, sedihnya baru terasa.
Seperti biasa, hal yang membuat aku bisa merasakan penderitaan orang lain adalah saat aku menempatkan diri aku sebagai diri orang tersebut.
Sedihnya langsung kebayang-bayang.
Aku, Ayesh, Samuel, dan Gisha lagi pontang-panting ngejar wisuda Juli.
Trus Bapaknya Ayesh meninggal.
Beberapa waktu sebelum anak terakhirnya wisuda.
Pasti SEDIH BANGET!

Gak kebayang kalo...
aduh, aku nulisnya aja gak bisa.

Semoga Ayesh dan keluarga diberi ketabahan.
(Ayesh, dear, I never love you more than now. I know you can swim through widest seas and climb on to the highest mountains, you can definitely go through this!)
Semoga Bapaknya Ayesh dihindarkan dari siksa kubur.
Amin.