Pages

Monday, December 28, 2009

Check out Act Now - Change the Future

Title: Act Now - Change the Future

Link: http://gotaf.socialtwist.com/redirect?l=545357690914567176121

Saturday, December 19, 2009

Final Week = Movies Week

Yes.
Final exams week means movie week, for me.
This week, I have ONE final exam and THREE take home test. To encounter that, I have been in and out of movies for THREE times!
How nice!

1. The Taking of Pelham 123
I watched the trailer back in June/July on TV and have been longing to watch it since.
I don't care what the critics have said, I personally REALLY like it!
Sure it has lots of bad sides, like poor ending.
The ending was really bad. Too much drama. Too Hollywood-y and it was a bit disappointing.
But other than that, Denzel Washington and John Travolta's acting was INCREDIBLE!!!

other thing that I love about this movie was it teaches something, especially for those stupid Americans.
there were lines that go something like this:
A: "what happened anyway? Terrorists?"
B: "No. They're not terrorist. They are just some plain blackmailers."
A: "No. They are terrorist when ask for money and terror you."

I think that's a really good lesson.
Most Americans think that terrorists are some people from some Arabian countries, believe in Islam, and wear turbans.
they should learn from their fellow Americans the true meaning of terrorist so they don't just generalized everything.
so when my mom going abroad with her hoed, she doesn't get searched like she hide something in her hoed.

over all, good work, Denzel Washington and John Travolta!!!
Can't wait for your next work!

2. Ninja Assassin
This is the second movie that I watched this week.
I watched it spontaneously after I was done with the one and only final I had to write this week.
The movie was a disgusting one. Blood was splattered everywhere. Heads were flying, arms were cut, and many more disgusting things happened.
It's a really good movie. It's just not my kind of movie.
The story was a really good drama. Of course, the good guy was not able to be killed or die. It is just a simple fact that I have to accept.
I think Rain looked really ugly and really gay with that hairstyle. sure he has a damn hot body. but his long hair is a very big no-no.

the thing that made me wonder tho, why there isn't any complains from the real Ninja associations from Japan? I mean, if I was a ninja, I think the movie put a huge insult into the true meaning of ninja.
To see ninja is trained to be an assassin is a really big insult. It's almost similar to irresponsibly translate Al-Qur'an and wrote that husbands are allowed to hit their wives. In other words, it generalizing that any husbands can hit their wives randomly.
Well, that's just me, I guess.

3. Avatar 3D
Okay. This by far is the most amazing 3D movie that I have watched in the cinema so far.
I mean. I can't say anything else better than that!
amazing movie!!!

The story was not the crappy, random one that is used in many so-called great movies.
the effects is not just simple plain effects. It has been called the revolutionary effect in Hollywood.
All the little details are amazing.
everything about the movie was amazing.
I need to stop writing and let you all watch it by yourselves.

So there,
the three movies that I watched.
I should probably get back to studying instead pf going back and forth to the cinemas.

How big is the impact of having a partner?

That is a really big question.

Is it that big, it makes you spend a lot amount of money for your partner?

Is it that big, it makes you ignore your family?

Is it that big, it makes you think about your partner all the time and forget your own needs?

Is it that big, it makes you drive from one city to another?

Is it that big, it makes you wait for them even when they ignore you?

Is it that big, it makes you abandon your job?

Is it that big that you sacrifice your friendship?

Is it that big, it makes you have a second thought when you wanna break up even the truth is your relationship doesn't work anymore?


I hope, I just hope, when it comes to my time of having a boyfriend, I wouldn't go gaga on him that I would do any of the above.
Shame.

Sunday, December 13, 2009

Things My Dad Wants Me To Know

If she was running away, and not running - arms wide - towards the world, she was running away from responsibility and pressure and obligation. And she wondered why the whole world didn't have the sense to do the same thing. Surely, she was the sane one?

Amanda - Things I want my Daughters to Know by Elizabeth Noble p. 69

anak SMA

Hal ini bukan baru terjadi sekali.
Bukan juga terjadi di tempat yang sama, berulang kali.
Hal ini cukup mencengangkan hati.

Tukang salon: "Aduh rambutnya tebel banget..."
Aku (senyum-senyum): "Rambut adik saya lebih tebal lagi kok."
Tukang salon: "Wah, jarang loh yang kayak gini... Masih SMA?"
Aku (tambah senyum lagi): "Emangnya keliatan masih SMA ya?"
Tukang salon: "Iya. Emang bukan ya?"
Aku: "Bukan. Udah kuliah."
Tukang salon: "Oh iya? Semester berapa?"
Aku: "Tujuh."
Tukang salon: "Hah? Semester tujuh?! Gak keliatan ih..."
Aku: senyum-senyum kesenengan.

Gak bisa dipungkiri kalau aku seneng banget dibilangin masih keliatan kayak anak SMA.
tapi bukan itu permasalahannya.
Aku sih bukan orang yang gak tau diri ya...
Aku ngerasa wajah dan dandanan aku sesuai umur aja. I'm 22 and proud of it.

Yang aku permasalahkan adalah 'kayak gimana sih emang gaya anak SMA zaman sekarang?'
Emangnya anak SMA zaman sekarang gayanya kayak orang berumur 20-an yah?
atau bahkan mungkin lebih tua?
Se-tua itu kah dandanan anak SMA zaman sekarang sehingga aku yang umur 20-an masih disangka anak SMA?
Trus ya, menurut aku hal ini jadi masalah yang cukup gede karena yang ngasi komentar itu adalah tukang salon. Tukang salon itu berinteraksi dengan orang yang berdandan setiap harinya, jadi menurut aku, mereka punya kredibilitas dan kapasitas yang pas untuk menilai penampilan orang lain.

Wah, aku jadi mikirin dandanan adek aku.
yang menurut aku sama sekali gak kayak dandanan orang berumur 22 tahun. Dandanannya pas aja.
Aku juga jadi mikirin dandanan teman-teman adekku. Well, to be honest, mereka emang gaya-nya selangit. Tapi aku kira itu karena mereka teman-teman adekku. Mengingat sekolah mereka yang agak 'beda', aku kira dandanan mereka yang beda berubah menjadi 'wajar'...
Hmmm....
Ah, anak-anak SMA zaman sekarang...

Tuesday, December 08, 2009

Cewek Masa Kini

Ayesh tiba-tiba datang padaku (dan teman-teman lain) dan bilang kalau dia baru dikasih tau sama temennya tentang ciri-ciri Cewek Masa Kini.
Tentu saja (hampir) semua orang tau tentang 3B yang katanya harus dimiliki oleh para wanita ya...
3B = Brain, Beauty, Behaviour.
Kata Ayesh (melalui temannya), sekarang ada kriteria baru yang WAJIB dimiliki oleh Cewek Masa Kini. Kriteria baru ini selanjutnya akan dikenal dengan 5B.


1. BlackBerry
Well, D'OH!!! BlackBerry adalah alat gaul wajib zaman sekarang.
khusus buat cewek-cewek, BlackBerry yang paling OKE, gak lain dan gak bukan adalah BlackBerry Javelin, yang kamera-nya paling bagus, jadi bisa foto-foto dimana-mana dan langsung di-upload ke facebook. LOL



2. Belah Tengah

Gak ngerti juga kenapa rambut Belah Tengah bisa jadi nge-trend lagi bagi Cewek Masa Kini...
Pokoknya, rambut dengan gaya gini tuh jadi tatanan rambut wajib deh. Apalagi kalau ketiup angin, trus langsung dikebelakangin pake tangan. Ngeliatnya juga gaya.




3. Behel
Alias kawat gigi.
Ini sih udah tren dari lama ya.
dari ibu-ibu sampai anak SD aja rebutan buat pakai behel biar gaya.

4. Blonde
Nah, yang ini agak ambigu.
di Indonesia kan gak ada ya cewek-cewek yang berambut pirang, kecuali para BUCERI (BUle CElup sendiRI).
Jadi, kami mengasumsikan blonde ini diartikan sebagai BLOON.
seperti generalisasi yang dilakukan oleh orang-orang di Amerika Serikat sana, biasanya yang berambut pirang itu, agak-agak BLOON.
Kasian ya? kalau mau jadi Cewek Masa Kini harus Blonde atau BLOON dulu... hehehe!


5. Beda
ini juga parameter yang agak ambigu. soalnya BEDA ini bisa dibandingkan sama siapa? atau beda sama apa?
Akhirnya disimpulkan bahwa Beda disini berarti bahwa Cewek Masa Kini itu merasa dirinya berBEDA sama cewek-cewek lain, padahal mereka gak nyadar aja kalau mereka gak ada BEDAnya sama cewek-cewek lainnya.


Itulah 5B yang menjadi persyaratan bagi para cewek agar bisa mendapat gelar Cewek Masa Kini.

Friday, December 04, 2009

Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat

Buat yang gak ngerti, tulisan ini aku buka dengan sedikit penjelasan dulu ya. 

Aku sekarang sedang menimba ilmu di (katanya) Institut Terbaik Bangsa, yang juga dikenal dengan nama ITB
Nah, di ITB ini, secara kasar, kegiatan kemahasiswaannya terbagi dua, yaitu Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat sama Kegiatan Kemahasiswaan Mencar-Mencar

Kegiatan Kemahasiswaan Mencar-Mencar itu segala macam kegiatan yang ada di ITB yang diselenggarakan oleh berbagai macam Himpunan Mahasiswa Jurusan atau Unit-Unit Kegiatan Mahasiswa. 
Karena ITB kepanjangan dari Institut Terbaik Bangsa, maka mahasiswanya juga berupa Putra-Putri Terbaik Bangsa. Karena terdiri dari orang-orang yang terbaik inilah, setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Unit Kegiatan Mahasiswa selalu punya arogansi dan kebanggaan sendiri-sendiri pada oraganisasinya masing-masing sehingga hampir semua kegiatan sebuah organisasi dilaksanakan sendiri-sendiri. Jarang sekali terlihat adanya kolaborasi antara satu himpunan dengan himpunan lain, atau satu unit kegiatan dengan unit kegiatan lain. 
Karena itulah, kegiatannya namanya Kegiatan Kemahasiswaan Mencar-Mencar. 

Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat ini lain lagi. 
Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat ini biasanya dikoordinir sama sebuah kumpulan mahasiswa yang biasanya punya mimpi-mimpi panjang tentang membangun bangsa dan tergabung dalam sebuah kabinet kerja. 
Biasanya Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat ini dilaksanakan karena dirasa ada satu tujuan sama terhadap suatu objek. Misalnya, dirasa ada satu tujuan sama untuk menyambut mahasiswa baru, dibentuklah sebuah Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat
Oh ya, disebut Terpusat juga karena kegiatan ini biasanya diselenggarakan oleh mahasiswa dari berbagai macam jurusan dan dari berbagai macam unit kegiatan. Jadi, ajang Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat ini biasanya jadi pusat kerjasama seluruh mahasiswa ITB yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. 

Nah, itu dia pembukaannya.
Ceritanya gini: 

Tiga hari yang lalu aku didatangi oleh dua orang mahasiswa yang merupakan panitia dari sebuah Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat. Dua-duanya laki-laki dan dua-duanya nampak punya pemikiran-pemikiran hebat khas mahasiswa yang sering tergabung dalam Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat. 
Kalau kata teman-temanku yang mendengar percakapan antara aku dan dua mahasiswa penggemar Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat ini, "mereka adalah calon-calon presiden."
Yang kemudian ditanggapi oleh temanku yang lain, "Presiden apa? Presiden Indonesia?"
Kami kemudian tertawa terbahak-bahak (tau kan Presiden Indonesia sekarang kayak gimana?). 

Setelah mereka berdua berbicara panjang lebar tentang mimpi-mimpi mereka dan mimpi-mimpi si Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat ini, salah satu dari mereka melontarkan satu pertanyaan:
"Alien, pernah jadi koordinator danus di Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat tahun lalu ya?"
Mataku terbelalak. Aku tidak bisa berkata-kata. "HAH?" adalah satu-satunya suara yang keluar dari mulutku. 
"Kalau gak salah teman kami ada yang bilang kalau Alien pernah tergabung dalam Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat. Atau mungkin waktu itu Alien membantu di divisi lain?"
"HAH? Aku GAK PERNAH ikut-ikutan dalam Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat dalam bentuk apapun!" aku menjawab dengan tegas. 
Kedua mahasiswa yang mendatangiku itu kemudian gantian terlihat kaget. 
"Gak pernah? sama sekali?"
Aku menggelengkan kepala. 
"Kegiatan penyambutan mahasiswa baru pun?" Mereka berusaha meyakinkan diri. 
Aku menggelengkan kepala kuat-kuat. "Gak Pernah."
Mereka bertatapan satu sama lain. 

Gini deh, 
emangnya se-aneh itu ya kalau aku GAK PERNAH dan GAK AKAN PERNAH ikutan Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat?

emangnya salah ya kalau aku gak percaya sama sekali pada Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat jenis apapun? Aku cuma merasa Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat hanya kedok acara mencari jodoh. 
Toh setiap Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat hanya bertahan paling lama satu tahun. Diklatnya berbulan-bulan untuk sebuah acara yang diselenggarakan dalam waktu paling lama tiga hari. Setelah Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat yang diselenggarakan selama tiga hari itu usai, tidak pernah ada kegiatan lanjutan untuk membuat sebuah Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat menjadi sesuatu yang berkelanjutan. 

emangnya salah kalau aku merasa bahwa Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat hanya menjadi ladang pemikiran mimpi-mimpi idealis milik mahasiswa yang belum pernah sama sekali diwujudkan karena mahasiswa memang tugas utamanya adalah belajar secara akademik, bukan membangun bangsa?

dan yang terakhir, emangnya kontribusi di Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat hanya bisa ditunjukkan dengan cara bergabung menjadi panitia? Jadi kacung-kacung yang bersedia ngumpul jam lima pagi dan pulang ke rumah setelah hari berganti? Jadi kacung-kacung yang bersedia bolak-balik Jakarta-Bandung demi mendapatkan dana untuk si Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat ini? Atau malah jadi kacung-kacung yang dikasih gelar 'pembuat konsep' atau 'pemikir' yang bersedia duduk-duduk sampai pagi sambil ngopi dan ngerokok demi mendapatkan suatu konsep pemikiran untuk mewujudkan sebuah Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat?

Maaf deh, kalau aku dirasa gak pernah berkontribusi. 
Halah, buat apa juga aku minta maaf? Aku gak merasa salah kok. 

Intinya, selamat bekerja deh buat teman-teman yang berkontribusi di Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat!
Semoga aja Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat kali ini bisa terus berkelanjutan, bukan cuma kegiatan yang dilaksanakan karena DIKTI lagi kebanyakan duit dan kehabisan ide cara menghabiskannya selain mengkorupsinya. Semoga aja Kegiatan Kemahasiswaan Terpusat kali ini bisa mewujudkan mimpi-mimpi para konseptornya sehingga bisa membangun bangsa dengan lebih baik. 
Aku bantu dengan doa aja.   

Kris Allen

I just got his self-titled first album last weekend. 
sorry to say, I don't like it

I was really surprised when I heard the album. 
For me, it wasn't very ear-catchy. I didn't get any songs when I first heard it. 
I was actually disappointed. 

Then I listened to it for the second time. 
I finally 'got' the hit song, "Live Like We're Dying".
I also 'got' the recycled "Heartless", which was surprisingly similar to The Fray's version. 
which upset me, actually. 
but other than those two songs, I was still disappointed on the whole album. 

I just really 'don't get it'. 
Kris Allen's performances on American Idol Season 8 were always very simple but charming. 
In this album, I only got his simplicity but not his charm. 
For me, I think the album was just a typical pop singer's album. Nothing very special about it. 

One thing that disappoint me the most was the one sentence he said in one of his interviews post his Idol winning. 
He said something like, "When I make a record, I want to do something like 'Ain't No Sunshine' in my record."
When his record finally released, it sure ain't nothin' like "Ain't No Sunshine". 

The other downside about the album was the album cover. 
He doesn't look handsome in it. He's so far away from the 'good looking' title. He wasn't charming at all. 
I'm a normal girl and for me, it is very disappointing. 

I simply don't like the album. 
I think it's too simple. I think Kris Allen's voice is surprisingly too similar to Danny O'Donoghue from The Script.
I think the full version of Heartless is surprisingly too similar to The Fray's.
I think all songs in the whole album were written and sung heartlessly. 

Sorry to say, but Kris Allen disappointed me.