Pages

Thursday, August 30, 2007

brightside

I wrote stuff about being sick here before.

Now, I decided that I wanna write something different from being sick.

Don't get me wrong, I still do hate being sick so very much.
and this past few days I've been sick annoyed me almost that much.

but so much for me hate the fact of being sick.
I wanna see 'being sick' from a whole new different angle.

The coolest thing from being sick is that I can get as much attention as I want.
basically, when I'm sick, I can act like a baby.
I get extra attention from my parents.
My sister acts very nicely when I'm sick. understanding and caring.
I get cool sms(es) from my friends saying that they're expecting me to get well soon. (altho, sometimes I wonder about their honesty. or they might simply need me to do something instead of really hoping me to be healthy again. lol)
I also got every food that I love (despite that I can't eat most of the food because my mouth gets bitter).

other thing is, I got to stay home for as long as I want (or as long as I need to).
in other words, I got to miss classes. (typical Indonesian student)
and I got to miss any kind of meeting that people hold. (typical individualist)

oh well,
I'm just being weirdly sick.

Friday, August 24, 2007

shame... shame...

perkenalkan teman saya yang bernama Anie.
beberapa waktu yang lalu dia pernah nge-post tulisan tentang originalitas suatu karya anak bangsa. *cieilah, bahasanya....*

nah, gak pengen nge-post tulisan yang sama...
cuman, agak-agak kepikiran aja tentang hal yang mirip-mirip ke-originalitas-an...
apalagi setelah nonton sebuah acara tv malam ini...
Kan salah satu tv swasta lagi ulang taun tuh, bukan yang ada Samsons-nya, tapi yang ada Kangen Band-nya...

lalu, aku kan makan sambil ngeganti-ganti acara TV yah...
trus gak taunya ada duet cewek-cowok paling romantis (NOT) sekarang ini.
Achah Septriasah dan Irwansyah.

mereka mulai bernyanyi...
tentu saja bukan dengan suara asli mereka. mereka hanya tinggal menggerak-gerakkan mulut mereka seperti boneka kayu (thanks to Ija, Mirda, dan Diah).
in other word, lipsync.
HAHAHA

dasar ya orang Indonesia...
aneh.

gini ya, waktu Ashlee Simpson ketauan lipsync di SNL, orang-orang se-Amerika, kemudian se-Kanada (karena waktu itu aku masih di Kanada), dan di seluruh dunia pada heboh.
trus langsung deh Ashlee Simpson dicacimaki.
Ashlee Simpson-nya juga langsung malu gituh...
Dia langsung bikin permintaan maaf dan ngakuin lipsync-nya trus bikin sgala macem alasan. Sakit tenggorokan lah, capek lah, dll deh...

tapi ini, si duet maut AchaH SeptriasaH dan IrwansyaH malah bangga ber-lipsync-lipsync ria.
well, buktinya kalo gak bangga, gak mungkin setiap manggung lipsync kan?
ini, prasaan di setiap penampilan mereka, None AchaH dan Abang IrwansyaH selalu lipsync deh.

yah, sebelas dua belas lah sama mas-mas dan mbak-mbak yang ngaku-ngaku Bintang dan gak Biasa.
berani banget kalo mereka bisa tampil live dan gak lipsync.
(eh, tapi, setelah aku pindah channel ke TV swasta yang juga ulang tahun-yup! yang kali ini yang ada Peter Pan dan Samsons-nya!- taunya aku ngeliat BBB f/ Melly dan mereka tampil LIVE. Sayangnya cuma berani nanyiin beberapa kalimat diulang-ulang,
"Let's dance together, get on the dance floor. The party won't start, if you stand still like that. bla-bla-bla."
Yah, kalo cuma bagian itu doang diulang-ulang, sapa aja juga bisa buat manggung di TV swasta...)

well, katanya kan segala kejadian harus diambil hikmahnya, kalo gitu, let's see this from the brightside.

Bener juga tindakan mereka lipsync.
kasian penontonnya (aka kita) yang ngedenger mereka nyanyi live dong...
bisa-bisa kita kesel sendiri denger suara asli mereka...
trus kasian juga mereka yang nanti kena kita (aka penonton) timpukin saking jeleknya suara mereka...

Tapi ya, para penyanyi-penyanyi (atau orang-orang yang ngaku penyanyi) itu kok bangga ya lipsync?
masih sukses lagi di pasaran endonesa...

hah...
aneh...

best friend, huh?

remember this post?

After Ms. Hilton's jail story...
her (former) best friend forever has the same old story...

just incase u missed the news,
you can read it here.

so far, there's no intention of Ms. Richie on going back to jail, unlike what happened to Ms. Hilton.

Maybe it's because Nicole has set a new trend herself.

I can't wait to have a lot of money for myself!
I wonder what I'd do with it...
Maybe I'll try doing something bad and see if I can get away on everything too...

do-fun!

Aku akhirnya pergi ke Dufan juga liburan ini.


Jadi inget,waktu dulu masih di Sulawesi dan masih anak-anak,aku gak pernah habis pikir sama orang Jakarta. Dulu,aku selalu mikir kalau aku tinggal di Jakarta,aku pasti bakalan sering banget main ke Dufan. Sekarang, setelah aku tinggal di Bandung yang jaraknya cuma dua jam dari Jakarta, ternyata frekuensi aku dateng ke Dufan cuma dua tahun sekali.


Here's what I got from my wonderful time in dufan.


Makin lama, Dufan makin gak terawat. Jok kursinya udah jelek, senderan kepalanya udah tipis, dindingnya udah banyak banget coret-coretan, dan pas wahananya dimainin udah kedengeran suara-suara yang menyeramkan. Contohnya aja pas aku naek piring (lupa namanya),ada suara 'kretek-kretek' dan berbagai macam suara yang melengking tinggi. Suara-suara itu menandakan kalau wahananya udah seret, kurang minyak. In other words, kurang dirawat. Belum lagi orang-orang yang dateng ke Dufan dan gak peduli ama kebersihan. Pas ngantri lama orang-orang pada bawa makanan dan sampahnya ditinggalin ditempat antrian. Ada juga yang ngebuang sampah di pot bunga. Tukang sapu di dalam Dufannya juga cuma dikit,jadi sampah-sampahnya pada nganggur deh


Dulu-dulu,waktu ke dufan,aku gak pernah ngeliat ada orang bule main ke Dufan. Atau gak usah orang bule yang berarti western deh,pokoknya orang dari negara lain deh. Aku beranggapan kalau mereka (orang dari negara lain, that is) pasti mikir kalo Dufan adalah satu amusement park yang paling menyedihkan. Anehnya, waktu ke Dufan kemaren, banyak banget orang dari Negara lain yang ada di Dufan. Ada banyak keluarga bule dan ada beberapa kelompok orang Asia yang God only knows what kinda language they spoke.
Aku langsung mikir, “Wow! Keren!” (kok jadi kayak slogan salah satu tv swasta zaman dulu ya?) Tapi, knapa ya orang-orang dari Negara lain itu pada pengen ke Dufan? Pengen ngecek aja amusement park punya Indonesia kali ye…


Orang-orang zaman sekarang tuh gak tau mana waktu libur dan mana waktu gak libur.
Jadi gini, aku dan tiga orang temenku sengaja tuh dari Bandung ke Jakarta untuk ke Dufan. Kami berempat, sengaja memilih hari Selasa, dengan harapan Dufan-nya akan sepi dan gak perlu ngantri-ngantri-an. Tiba-tiba, pas sampai di Ancol, kami tercengang tidak terperi (halah). Banyak bis udah parker disekitar Ancol. Di pintu masuk Dufan udah rame orang buat beli tiket. Di pintu kedua buat masuk Dufan beneran, antrian buat dapet cap panjang tak terkira. Pas nyape di dalam Dufan, orang-orang bertebaran dimana-mana.
Aneh loh…
Soalnya, hari itu jelas-jelas hari Selasa. Hari kerja resmi, bukan hari libur sekolah, hari libur nasional, atau hari libur apapun itu namanya.
Pas aku lagi ngatri Robocop (yang skarang namanya Meteor Attack), ada dua orang cewek yang ngantri di belakangku dan aku rasa mereka adalah anak SMP. Selain postur tubuh mereka yang kecil banget, mereka juga melakukan pembicaraan seperti berikut,
“Seneng banget ya hari ini…” kata si A.
“Iya. Apalagi pas naik bla-bla-bla.” Si B menimpali sambil me-rekap permainan apa aja yang udah mereka mainkan.
“Tapi serem nih, besok gue ulangan ekonomi…” kata si A.
Nah lo! Besoknya ulangan ekonomi, kok bisa-bisanya mereka sehari sebelumnya main ke Dufan?

Gak hanya anak sekolah yang gak mengenal ‘hari sekolah’ zaman sekarang ini. Tapi para pekerja juga ikut-ikutan gak mengenal hari Selasa sebagai hari kerja. Satu toserba yang namanya cukup terkenal di daerah Jawa Barat mengirimkan banyak karyawannya. Ada yang pake kaos oranye, biru, de-el-el. Ada juga perusahaan minuman penambah semangat yang karyawannya memakai baju putih bernuansa merah. Pegawai perusahaan minuman yang iklannya menggunakan jasa Darius dan Krisdayanti, juga menghasilkan produk berbentuk kapsul yang berfungsi slightly seperti Viagra dengan model Sarah Azhari ini ternyata mempunyai karyawan yang gak punya tatakrama.
Waktu itu aku lagi ngantri Bianglala, sambil nungguin tiga temenku yang sedang menguju nyali naik Tornado. Aku lagi berdiri sendirian, lalu para pegawai perusahaan minuman penambah tenaga itu datang, lalu,
“Kenapa gak jadi naik, Mbak?” kata seorang mas-mas dengan tatapan genit-genit norak.
“Lagi nunggu temen. Silakan duluan aja.” Aku menjawab sambil tersenyum.
“Oohh… lagi nunggu temen…” tatapan masih genit.
“Lagi nunggu temen apa gak berani naiknya?” Mas-mas lain berkata melecehkan.
“Sendirian aja, Mbak…” Mas-mas lain menggoda dengan genitnya.
“Ayo, naik, Mbak…” Mas-mas lain malah ngajakin aku buat naik Bianglala sama-sama mereka.
Lalu mereka tertawa terbahak-bahak. Kesannya udah berhasil melecehkan aku. Aku pura-pura gak denger aja.
Tolong ya para petinggi perusahaan Hemaviton, karyawannya diajarin sopan santun. Untuk mas-mas dari Hemaviton, gatel banget ya buat ngegodain saya? Gak bisa apa Cuma lewat di depan saya dan bilang makasih? Udah untung saya persilakan duluan…

Intinya, sekolah-sekolah dan kantor-kantor itu gak tau kalau hari libur tuh hari Sabtu dan/atau Minggu ya? Kok ke Dufannya pada hari Selasa semua sih???


Yang lucunya, pas baru masuk Dufan, aku langsung otomatis bilang, “Pasti gak ada anak ITB deh disini…”
Secara ya, hari Selasa itu adalah hari kedua daftar ulang dan pengambilan KSM baru.
Gak tau-nya beberapa lama setelah aku ngomong gitu, ketemu dong sama seangkatan anak-anak Biologi 2005 yang juga temen-temenku.
Hahaha! It’s a small world indeed.


Trus-trus, Dufan memberlakukan sistem antrian baru.
Jadi ya, di beberapa wahana di Dufan ada yang make sistem kartu antrian. Sistemnya beda-beda.
Singkatnya, sistematis kartu antrian untuk Arung Jeram adalah:
Rebutan ambil kartu antrian -> nunggu nomer antrian dipanggil sambil berdesak-desakan karena gak ada line antrian-> dipanggil nomer antriannya -> menyerahkan kartu antrian -> masuk ke antrian -> mengantri -> main arung jeram.
Aku pengen nanya nih, apa gunanya kartu antrian kalau masih harus ngantri-ngantri juga di dalemnya sih?
Lalu, sistematis kartu antrian di Halilintar:
Rebutan ngambil kartu antrian -> tanpa perlu nunggu dipanggil nomer antriannya, langsung berdesak-desakkan masuk ke pintu antrian sambil menyerahkan kartu antrian yang baru beberapa detik sebelumnya diminta ke mas-mas/mbak-mbak Dufan -> masuk kedalam antrian -> mengantri (lama) -> main halilintar.
Pertanyaanku masih sama, buat apa sih si kartu antrian itu?

Aku sih mikirnya Dufan baru aja nyontek system ‘fast pass’-nya Disneyland. (oh, come on! The whole idea of Dufan was inspired by Ciputra’s visit to Disneyland, kan?)
Tapi bedanya system kartu antrian Dufan dan Disneyland’s fast pass adalah sistematikanya.
Sistem fast passt-nya Disneyland:
Dateng ke satu permainan, let’s say everyone’s favorite, Space Mountain -> masukin tiket Disneyland yang dibeli di pintu masuk awal ke suatu mesin -> ambil tiket baru yang dicetak oleh si mesin, it’s your fast pass -> baca tiket baru itu. Di tiket baru itu biasanya akan tertera jam berapa kita bisa naik Space Mountain tanpa harus ngantri lagi -> pergi dari area Space Mountain ke permainan lain -> main permainan lain sampai mendekati waktu yang tertera di tikat fast pass kita -> kalau jam sudah mendekati waktu yang tertera di tiket fast pass kita, segeralah pergi kembali ke area Space Mountain -> tunjukkan fast pass pada mas-mas/mbak-mbak Disneyland -> masuk ke permainan Space Mountain tanpa harus mengantri -> bermain Space Mountain.
Berguna bukan system fast pass-nya Disneyland? Sistematika-nya jelas gitu…


Yang terakhir aku notice adalah satu wahana di pojokan Dufan deket McD.
Menurutku, tempat itu kayaknya gak hoki deh. Dulu kan awalnya tempat itu dijadikan wahana Rumah Hantu. Eh, pas zaman aku SD ada ledakan dan kebakaran di Rumah Hantu itu. Kemudian dig anti ama wahana yang dikasih nama Rama-Shinta. Tapi kebakaran juga. Trus diganti lagi sama wahana Perang Bintang. Pas kemaren aku kesana, si Perang Bintangnya lagi direnovasi. Dasar tempat yang gak hoki.


Yeah, sudahlah…
Harusnya aku udah cukup bersyukur Indonesia punya amusement park kayak Dufan…
Udah cukup lah buat orang Indonesia…
Tapi mbok ya dirawat gitu loh… trus juga dimodifikasi.
Masa sejak aku SD sampe sekarang, mainan Robocop aka Meteor Attack-nya Cuma naek kursi yang digoyang-goyang doang? Sementara itu di amusement park lain di Negara lain, layarnya udah 3D bahkan 4D. Bahkan di amusement park lain, kalau ada semprotan air, kita-nya ikut basah. Atau kalau ada laba-laba lewat, ada juga alat yang ngegelitikin kaki kita sehingga laba-laba itu terkesan bener-bener lewat dibelakang kita. Dan masih banyak lagi inovasi lainnya.
(oh iya, kan udah ada wahana 4D yang di Ancol tapi di luar Dufan itu yah? Yang harus bayar ekstra ya? Kenapa harus bayar lagi ya? Kurang duit kah?)
Masa harga Dufan-nya naik terus tapi perawatan dan mainannya gitu-gitu doang???
Temenku yang berani naik Tornado bilang, “kalo Tornado udah setua Halilintar, gua gak akan berani deh naiknya!”


Jadi ya, gitu deh, pengalamanku slama di Dufan kurang lebih 6 jam kemaren.


I had fun. My friends had fun.
And I guess that was all that matters.


Lagian, lumayan lah buat pembakaran lemak. (Jalan-jalan sambil keringatan karena capek dan PANAS)
Hehehehe…

Thursday, August 23, 2007

cerita tentang lift

(dan orang-orang disekitarnya)

Jadi gini...
malem ini aku baru aja mengalami satu hal yang lumayan menyebalkan.

Jadi, aku kan sebelum pulang ke rumah malam ini, aku 'mampir' dulu di 8eh. biasa lah, ada rapat.
Nah, trus akhirnya mau pulang ke rumah dari lantai delapan gedung pau, itb tepat jam delapan malam. karena udah malam dan rapatnya udah selesai, aku mau turun dari lantai delapan itu rame-rame sama beberapa temen lain. Lumayan banyakan juga sih.
trus ya, seperti biasa kan, aku dan teman-teman berisik gila-gilaan. Walaupun udah salaing mengingatkan bahwa gedung pau itu adalah gedung kantor sehingga kami sebenarnya tidak boleh berisik didalamnya, kami keukeuh.
Pas aku dan kawan-kawan lagi nungguin lift, kami bertemu dengan sekelompok anak ITB. Aku yakin banget tuh kalau sekelompok orang yang lagi nungguin lift itu adalah mahasiswa, bukan dosen atau pekerja sains yang lagi magang di gedung pau.
Detik-detik menunggu datangnya lift itu, aku dan teman-teman berisik. Sambil haha-hihi, aku ngelirik-lirik sekumpulan mahasiswa yang baru saja kami temui itu. Bener aja dugaanku, beberapa orang dari mereka melihat aku dan teman-teman dengan tatapan menghina. Tatapan mereka seakan ngomong, "grow up!"

Lalu, pintu lift kebuka. Segerombolan anak-anak 8eh langsung menyerbu masuk. cewek-cewek mengutamakan diri kami masing-masing. seorang cowok yang gau tau malu ikut-ikutan masuk juga, berlagak bertindak seperti satpam di mall yang tugasnya cuma mencet-mencetin lift doang. seorang cowok lagi masuk, tapi langsung keluar lagi. Dia sok gentle gitu gara-gara ada dua cewek yang belum kebagian naik lift dari gerombolan mahasiswa yang kami temui diawal tadi.
Akhirnya kami dari dalam lift teriak-teriak, "mbak-mbak, mau ikut kebawah?"
dua mahasiswi itu gak nengok.
kami teriak lagi, "mbak-mbak, mau ikut gak?"
duet mahasiswi itu berbalik dan melihat kami tanpa memberikan jawaban yang pasti. anggota dari gerombolan mahasiswa itu masih melihat kami dengan tatapan setengah gak percaya. mungkin yang ada di dalam pikiran mereka adalah, "brisik banget sih!"

Karena dua mahasiswi itu gak meng-iya-kan maupun menolak ajakan kami untuk naik lift bareng, akhirnya si temen cowok yang berlagak jadi satpam mall itu mencet angka satu dan tombol buat nutup pintu.
kami udah mulai diam.
langsung ribut lagi. "kepenuhan nih... turun dong lo, cowok!"
si temen cowokku memencet tombol nutup pintu lagi. pintunya gak nutup-nutup.
berebutan deh cewek-cewek yang ada di dalam lift ngomong, "lo keberatan tuh...!", "keluar gih!", dll.

aku masih curi-curi pandang ke gerombolan mahasiswa itu.
mereka sekarang nontonin kami yang lagi brisik.

eh, sebelum ceritanya dilanjutin, aku harus menjelaskan dulu kondisi lift gedung pau.
jadi lift di gedung pau itu ber-merk indolift. merek lift yang katanya paling murah, paling cepet rusak, dan paling gak ada perawatannya.
jadi, lift-nya tuh udah sangat mengkhawatirkan sekali. warnanya udah gak jelas. kaca-nya udah gak pernah bersih. kalau naik lift itu juga perlu keberanian yang tinggi, soalnya goncangannya dahsyat. Belum lagi harus selalu sambil baca doa, biar liftnya gak berenti ditengah jalan dan pintu-nya bisa ngebuka.

jadi, sebagai orang-orang yang selama setahun ini udah berkutat dengan lift gedung pau ini, kami sudah kebal dengan segala macam permasalahan yang berhubungan dengan lift ajaib ini.
nah, pas tadi setelah ditungguin lama pintu liftnya gak nutup-nutup dan gak ada yang bersedia jadi volunteer buat keluar lift, aku yang berdiri paling deket ke pintu lift pun mengulurkan tangan sambil berusaha narik pintu lift-nya buat nutup. Soalnya, hal ini udah biasa terjadi. Pintu lift gedung pau ini emang biasanya harus dibuka secara manual, artinya harus ditarik atau didorong sendiri.
tau-taunya pintu lift ini gak nutup-nutup juga.
beberapa orang dari gerombolan mahasiswa yang kami temui diawal tadi mungkin udah gak sabar. mereka menghampiri pintu lift.
Seseorang dari mereka bilang, "udah dipencet lantainya?"
kami cuma bisa ngeliatin dia.
aku masih berusaha narik pintu lift.
seseorang lagi bilang, "jangan dipegang pintunya..."
aku masih keras kepala.
orang itu ngomong lagi, "jangan dipegang pintunya. pintu lift itu ada sensornya..."
spontan aja para cewek-cewek 8eh langsung berkomentar.
"Yaiyalah, lift mah emang ada sensor-nya..."
"Sensor-nya tuh disini" kata seorang temenku sambil menunjukkan bolongan tempat sensornya berada, "bukan di pintu!"
Komentar paling parah adalah, "Nenek-nenek juga tau kalo lift ada sensornya..."
Temen cowokku masih berusaha mencet-mencet tombol menutup pintu.
seorang mahasiswa itu bilang lagi, "udah, gak usah di pencet-pencet. nanti juga nutup sendiri..."
temen cowokku itu bandel.
alhasil gerombolan mahasiswa itu cuma bisa ngeliatin kami dan menyembunyikan senyum mereka. kayaknya dalam hati mereka, mereka cuma bisa bilang, "dasar anak kecil!"

setelah sekian lama, pintu lift akhirnya menutup dengan sendirinya.
sedetik setelah pintu lift ditutup, kami semua langsung berisik.
"Ih... apan sih orang-orang itu tadi????"
"Mereka pikir kita gak tau kalau pintu lift nutup sendiri????"
"Mereka pikir kita gak tau kalau lift ada sensornya???"

lalu muncul lah spekulasi.
"Pasti mereka baru sekali ini deh naik lift sini!!!"
"Kita tuh udah setaun ngenalin lift ini, kita tau gimana sifatnya lift ini!"

Ujung-ujungnya, "kirain cuma gue doang yang sebel ama orang-orang itu!"
Aku dan teman-temanku langsung menanggapi dengan semangat.

aduuuhhh.... satu lagi bukti cacat-nya anak ITB...
SOK TAU!!!!

Tuesday, August 21, 2007

fiuh...

I know... I know... I'm actually old enough to know that a hell lot of things can happen in one day. but today, it's extraordinary.

my day started when I finally woke up after snoozing my alarm clock for like a hundred times.
I knew I was gonna be late, but I was pretending that I did not know it. After I got dress, I knew that I was officially going to be late. I didn't have any breakfast. what a minus way to start a day. Andhika, a friend of mine who I usually go to campus with, arrived at my home on time. I wasn't ready at all.
when I finally left home, the traffic was not going to compromise with my lateness. traffic jam was almost everywhere. Good thing I have a friend to company me, if not I'd be swearing through the whole morning.
on our way to campus, Andhika gave me a very late present for my bday. A novel. and that was really nice of him to think of me.

I arrived in ITB about 5 minutes late. I asked Andhika to go ahead and try not to be late for his first class. Instead, he walked me to my class. and that was the sweetest thing a guy ever done to me.
In class, I accidentally met an old friend. His name's Dave and we met back when we took English course in TBI together. We haven't meet each other for like 3 years and we finally met again in ITB. that was really cool.

After class, I went back to my 'usual' friends. we met and talked.
FYI, in ITB I have a few friends who got really close to me. there were 8 of us, six in Environmental Engineering, on in Civil Engineering, and one in Ocean Engineering. this afternoon, funnily, my usual friends have other things to do and I ended up having lunch with a few of 'unsual' friends. Surprisingly, it was rather fun to be with them. We talked about the same stuff, we enjoy the same food, and we gave critics to the same stuff. I think I should get closer with anyone I met. those new people can surprisingly bring lots of fun.

after lunch, I went to 8EH.
there has been some problems in the organization. Last night, I attended the meeting and last for 9pm. the meeting itself wasn't over until 10pm. I was really curious about what happened.
Surprisingly, there were two surprises in the studio (that's what we called a place we gather for 8EH). The first surprise was a present for me. Surprisingly, the present later I found out was from 8EH's General Manager. the second surprise was the GM himself decided to give up his GM title. Mr. Alvan Alvian resigned and he decided to give (almost) everyone (who he thinks has been giving a lot of contribution to the radio) a present.
I was shocked.
Well, I thought of it (him resigned) in the meeting the night before. But I thought of it as the worst decision he'd make. I never thought that it'd actually happened.
I know, life's about making decision. I learned about it one more time.
oh well, I hope everything's gonna be just fine. the radio's gonna be fine, the people are gonna be fine, and Alvan is gonna be fine.

after getting what I need in campus, I decided to go home. before I actually arrived at home, I decided that I had to have my hair cut. So I went to a beauty salon and got my hair cut.
It's kinda extreme. My previous hairstyle and this recent hairstyle. well, I like it so far. and I actually had this similar hairstyle back when I was in high school. So I don't really mind it.
besides, I had to do something with my hair loss problem. So, having a really short hair is maybe the best choice for now.

one last thing that happened to me today is a guilty feeling.
I was sitting in a beauty salon and was waiting for my hair to get cut when I received a text message from Anie. She told me that the hearing and voting for Ketua Angkatan TL 2006 (I'm not sure what's the right English for those words. maybe 2006 Enviromental Engineering class leader???)was gonna start. As that was Anie who sent me a text message, I came clean to her.
I said I wasn't gonna vote for anyone. I don't really care who won the election as I don't know most of the candidates. I don't care about the whole Ketua Angkatan thingie. and to anyone who won the election today, I hope he/she can work as a team with every single person in my major.
As a result of my being refuse to vote, I promised I'm gonna keep my blabber mouth shut and try to hit the brake for giving critizism. I don't wanna hear anything like, "what the hell do you know alien? giving out that much complains?" or something like, "it's your fault that you didn't vote for yourself. Now, after not voting you wanna mock everything that Ketua Angkatan does?"
So, I say, take it easy, my friends. I'm just gonna shut my mouth and complain about everything less than usual. I'm gonna be a nice kid and keep all my thoughts on that fucking solidarity bullshit to myself.
Though, I'm currently feeling guilty for not being there. I should've come to the hearing and voting and I should've just write every candidates' names or even just write nothing on my paper. Therefore (as Mbak Miund said), my vote is not eligible to be count.

well, that's what happened to for today...
I think I'll spend the rest of the night resting... (and adoring my own new look... LOL)

Thursday, August 09, 2007

a childish side within me

Last week, my mom told me one of the most shocking news in whole life.






Permen susu White Rabbits mengandung formalin!!!





NO!!!!


Aku sedih banget... beneran deh...


Permen susu White Rabbits adalah salah satu permen favorit ku sejak dulu...


Yah, seperti yang udah pernah aku tulis berulang-ulang, masa kecilku aku habiskan di sebuah desa kecil di wilayah Sulawesi sana. Aku inget deh, dulu waktu zaman SD permen White Rabbits itu adalah permen paling langka! aku cuma bisa makan permen White Rabbits kalau pergi ke Pulau Jawa dan beli banyaaaaakkkkk banget buat simpenan selama di Sulawesi. Itu juga makannya di hemat-hemat. kalau gak salah, aku berkomitmen sama diriku sendiri kalau sehari cuma boleh makan dua biji.


Yang kerennya tuh, dulu di Sulawesi sana, di desa tempat tinggalku, gak ada tuh yang tau permen White Rabbits. Jadi kan permen ini kan dibungkus sama agar-agar bening yang mirip plastik gitu. Nah, satu saat, aku membagikan permen ini ke teman-temanku. Berbagi kebahagiaan lah ceritanya. Trus, mereka pada me-preteli agar-agar yang berbentuk plastik itu. Aku langsung heboh menjelaskan bahwa 'plastik' itu bisa dimakan. langsung aku praktekin lah, aku makan 'plastik'.


hahaha...


Sampai setelah pindah ke Pulau Jawa, keluargaku yang terdiri dari mama, papa, aku, dan adekku, masih suka banget sama si permen White Rabbits ini. Mamaku bahkan udah makan permen ini sejak SD. Kami masih sering banget beli permen ini. Seperti biasa, disimpen di lemari makanan dan dimakan satu-satu secara hemat.


Sampai akhirnya pemerintah menyatakan bahwa permen yang enak banget ini ternyata mengandung formalin.


Mamaku langsung mengeluarkan simpanan permen ini dari dalam lemari dan papaku langsung menginstruksikan pembuangan permen ini. Kami masih punya dua plastik. dan semuanya harus dibuang!!! Oh Noooooooo!!!!


Sialan banget sih tuh produsen permen Cina ini! kenapa mesti masukin formalin ke dalam permen yang segitu enaknya ini siiiiihhhh????


Sialan banget juga tuh pemerintah Indonesia! kenapa bisa meloloskan permen ini buat didistribusikan di Indonesia sejak zaman dulu kala? Jadinya kan penduduk Indonesia malah jatuh cinta ama permen ini! Sekarang, coba bayangin seberapa banyak formalin yang ada di dalam tubuhku, tubuh mamaku, tubuh papaku, dan tubuh adekku??? Mau tanggung jawab???? Mau mencoba mengobati patah hatiku karena gak bisa lagi makan permen susu terenak sepanjang masa????


Ahh... nyebelin!



Well, selain permen susu, banyak hal yang mengisi hari-hariku pas masih SD dulu...


mama dan papaku sangat gak setuju kalau anak-anaknya dibeliin Nintendo, Sega, ataupun Gameboy zaman dulu. Jadi, pas zaman SD, aku dan adekku cuma bisa ngabur ke rumah tetangga yang punya Nintendo, Sega, atau Gameboy.


Nah, karena yang punya Nintendo, Sega, dan Gameboy di desa yang kecil di Sulawesi itu dikit, kebanyakan anak-anak ngumpul di satu rumah. main digital game itu dari pagi ampe sore. Akibatnya, aku dan adekku yang berjenis kelamin cewek, sering gak kebagian maen digital game itu gara-gara kalah ama temen-temen cowok kami yang mengaku jauh lebih jago daripada cewek. Kami berdua sih ended up seringan main sepeda-sepeda-an daripada main digital game.


Sampai pada suatu saat, papaku pergi ke Pulau Jawa. Pulang dari Pulau Jawa itu, papa bawa oleh-oleh PlayStation. Katanya mama dan papa sih, makin lama adekku makin sering main ke rumah orang dan makin jarang main dirumah sendiri. Jadi makanya papa ngebeliin PlayStation. Di seluruh desa, aku dan adekku adalah pemilik PlayStation yang pertama. Semua anak-anak di desa jadi main kerumah. Dari pagi sampai sore. Dari yang udah SMA, sampai yang masih SD. semua anak pengen nyobain PlayStation-ku. Sampai-sampai, papa juga ikutan main PS dan papa paling jago main pinball.


Nah, tanggal 3 Juli lalu, adekku berulang tahun yang ke-15. Seperti biasa, aku dan adekku selalu bikin wishlist. Taun ini, wishlist adekku gila-gilaan. Kamera waterproof, Nintendo DS, peralatan drum, dll. akhirnya, mama dan papa mengabulkan satu hal, dengan berat hati.


Adekku dapet Nintendo DS as her birthday present.


Pas kami ke Jepang, aku dan adekku ngeliat orang yang megang-megang DS warna hijau, warna kesukaan adekku. Sibuklah aku, mama, dan papa nyari-nyari DS warna hijau. karena gak dapet, diputuskan buat beli DS yang warna biru muda.


Jadi deh, she officially owns a Nintendo DS. Aku langsung nyobain dong...

dan I have to admit, I'm addicted to it.

Aku nyobain main DS pertama waktu DS baru-baru keluar di Kanada. Cucunya host-grandma-ku dapet hadiah DS dari ortunya. Tapi namanya juga anak cowok yang masih kelas 5 SD saat itu, Aaron didn't let me touch his DS more than 5 minutes. hahaha. Jadi, pas pertama main DS waktu di Kanada, aku belum addicted. Walaupun, aku udah ngerasa kalo mainan ini keren banget.

Nah, pas si Alia actually owns this game. aku langsung dong menjajal game ini. Apalagi mom is on my side ("Alia, pinjemin dulu dong Kak Dhea DS-nya. Kak Dhea kan cuma main seminggu sekali. Alia udah main setiap hari!").

I really can't resist how exciting Cooking Mama is. or DS's Sudoku. or that Dinner Dash game. or that Mario Cart.

Can't wait to play DS this weekend when I come to Jakarta!

takut....

aaaarrrrggggghhhhh!!!!

aku lagi dengan santainya baca-baca blognya Mbak Miund...
sambil msn-an sama Jo, temen Thailand-ku...

dan secara tiba-tiba aku merasa kalau lantai tempat aku duduk itu goyang...

aku langsung berdiri...

langsung terdengar suara blind di kamarku bertubrukan dengan dinding dan kusen jendela....

aku langsung buka pintu kamar, memastikan, "was it just me? or was it really an earthquake?"

ternyata semua blind yang ada dirumah brisik, bertubrukan dengan dinding dan kusen jendela...

aku deg-deg-an.

aku nyobain duduk di tempat tidur...

eh, goyangannya malah makin kerasa...

aku berdiri lagi... keluar kamar lagi... bener-bener memastikan bahwa ada gempa...

aku nyoba lagi duduk di tempat tidur... masih kerasa goyangannya...

takut!!!


tapi akhirnya berenti juga goyangannya...
masih serasa mimpi ato imajinasiku aja, sampe Diah ngesms soal gempa ini...
ternyata bukan cuma aku aja yang ngrasa...
and the earthquake was most definitely real...

mungkin aku harus cepet-cepet tobat....
sebelum dunia bener-bener kiamat....




p.s. selama gempa ini terjadi, aku sibuk mikir mau berlindung dimana. Soalnya kan aku udah sering liat cara-cara evakuasi gempa dari berbagai macam media. Kalau pas gempa gak bisa keluar rumah, lindungi diri dengan cara sembunyi dibawah tempat tidur atau meja.
Nah, di rumahku meja-meja-nya berbentuk coffee table, artinya gak ada kolongnya. tempat tidur juga springbed smua, yang kolongnya cuma selebar 5 cm.
Jadi, kalau ada gempa, aku sembunyi dimana ya?
hmm... mungkin meja makan bundar yang terbuat dari marmer Tulung Agung yang terkenal kuat itu bisa membantu...

Wednesday, August 08, 2007

The Simpsons Movie

Last Sunday, I finally got a chance to go to the cinema.
I was really glad.

I mean, last time I went to the cinema was to watch Pursuit of Happyness, and haven't had a chance to go back after...
I haven't watched Transformer, Fantastic 4: Silver Surfer, and Harry Potter and the Order of Phoenix.
shame. I know.

and finally, last Sunday I wet to Blitz Jakarta and watched The Simpsons Movie.

My thoughts on this movie is, "It's really good that those Simpsons makers didn't spill the story out to public.."

The thing is, I'm not that close to any member of The Simpsons.
I spent my childhood in a small village in Sulawesi. Where they had to stop transferring The Simpsons TV Series back when RCTI still got it. My parents said that people in RCTI believed that not enough people would understand The Simpsons if they aired the show in our little village. and of course, I was a small child back then, I wouldn't get any of those slapstick they were trying to pass on to the audience, anyway. and of course, who was I asking for a TV cable back then?
When I moved to Bandung, I was just an innocent junior high student. my parents thought that TV cable was gonna spoiled me so they didn't put any TV cable in our home. It turned out that I didn't need any TV cable to be a spoiled child. Besides, I think my dad couldn't afford it back then. So my thoughts about The Simpsons was just a blurry one.
My highschool years were pretty much the same. My parents were too affraid that I was gonna be lazy if they had put a TV cable in our home. It turned out that I don't need a TV cable to be lazy. I wasn't that familiar with any of The Simpsons character.
Even when I was in Canada. my hostmom and hostgrandma were too affraid that the exchange students would learn 'bad things' in The Simpsons, so they pretty much didn't let me watch it...

In other words, I really count on my memories of The Simpsons back when I watched the brief clips of the series back when I was an elementary student.
Ohh... and all the episodes that I watched on a plane to go to another countries...

When I watched the movie, I was surprised that I 'got' the movie.

I mean, I was affraid that I wasn't gonna get the jokes and everything, because I'm not used to watch the series. But surprisingly, I was fine.
I was-as a matter of fact-laughing out loud.
beside me, sat a girl who came with her bf. her bf was laughing as loud as me, while she was so quiet. thank God the quiet one wasn't me.
the people in front of me were laughing too. and they looked happy when they walked out of the cinema.
and my sister was happy too, even though her knowledge on The Simpsons was as bas as mine.

I like the movie.
oh, like there's any cartoon that I don't like... lol

I like that spider-pig song,
I like the way Marge acts like a mom and her things on family,
I like how Lisa falls in love,
I like how Maggie innocently moves from inside the dome to outside the dome,
I like the was Bart loves Hommer.

I just don't like Hommer.
I never liked Hommer. I remember that well enough.
I hate the way his ass crack shows. or his being so ignorant to everything, to Bart, to Marge, to his job, to the environment, to everything.

but I guess that's the trick...

anyway, I like the movie.
just go and watch it!

buah bibir

yoi...
si aku sekarang mau nulis satu hal yang lagi jadi buah bibir di masyarakat skarang ini.
Pilkada DKI

Jadi ya, jauh sebelum smua orang heboh-heboh masalah Pilkada DKI, si aku nih udah heboh, tapi dalam hati...
hahaha...
habisnya gimana dong?
si aku ini kan cuma warga negara biasa yang kebetulan suka mengamati hal-hal yang ada di sekitarku...
kalo heboh-heboh sendiri, tapi keras-keras, takut disangka orang gila. kalau heboh-nya ngajak orang banyak, takut disangka sok tau... jadi, heboh dalam hati aja...
Nah, sejak belum resmi-nya Fauzi Bowo dan Adang Darajatun sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, si aku udah merhatiin mereka berdua.
kan jauh sebelum resmi kampanye, bahkan sebelum resmi mencalonkan diri, dua orang itu kan udah sibuk bikin iklan dimana-mana.
Mungkin ada yang inget ttg berbagai macam iklan yang udah dibikin Fauzi Bowo sejak lama... Ada satu iklan yang aku inget banget, pas hari kartini, tanggal 21 April. Jadi, mentang-mentang ngerayain Hari Kartini, Fauzi Bowo bikin iklan yang disebarin di TV, terutama Metro TV. Bintang iklannya adalah istrinya sendiri, isi iklannya aku udah gak inget lagi, tapi yang pasti ada tentang perempuannya lah... padahal Pilkada masih Agustus dan resmi kampanye masih kapan tau, dia udah bikin iklan duluan.
Belum lagi, pas udah mau lulus-lulusan anak SMA tuh, si Bang Fauzi heboh deh nyebar-nyebarin beasiswa buat yang paling tinggi NEM-nya se Jakarta Selatan, Timur, Tenggara, Barat, Barat Daya, de-el-el lah...
Kalo Adang mah ya... ada gosip-gosip yang aku denger ginih... Kami berdua (yup! si penulis dan Bapak Adang Darajatun) adalah alumni SMA yang sama di Bandung ini. Beberapa waktu yang lalu, SMA kami ini mengadakan reuni. Nah, banyak biaya reuni-nya yang berasal dari kocek bapak Adang, demi usaha kampanye-nya selama acara reuni berlangsung.
Soal kebenaran mengenai hal ini sih, si aku gak tau ya... namanya juga gosip... ada yang bener, banyak yang salah... ya gak? si aku sih hanya menulis hal yang aku tau...
Well, masalah si Bapak Adang menyumbang berapa buat acara reunian sih, itu terserah lah ya... duit-duit dia juga gituh... what do I care?
cuman, masalah curi-curi start kampanye, Adang juga ikut-ikutan loh... walaupun kalah duit ama Fauzi Bowo. Sebelum kampanye resmi dilaksanakan, poster-poster Adang ada dimana-mana... iklan Adang di TV juga ada, walaupun gak banyak...

Lalu kan kampanye resmi dilaksanakan ya...
si aku yang berdomisili di Bandung dan hampir setiap weekend slalu ke Jakarta suka merhatiin tuh...
Kalo nonton Metro TV, sering banget iklan Fauzi Bowo. Mulai dari Si Doel yang mencerminkan orang Betawi asli, Basuki yang mencerminkan orang Jawa yang tinggal di Jakarta, Koh Ahong yang mencerminkan orang keturunan Cina, orang-orang Batak, orang-orang Bugis, semua nampang di iklannya Fauzi Bowo.
si aku sih cuma bisa mikir, "bo... bayar brapa ya buat bayar segitu banyak orang untuk ngiklanin dia?"
terus mikir lagi, "kok Adang jarang muncul di TV ya?"
ternyata, Adang gak sanggup buat bikin iklan TV dan membeli slot iklan TV sebanyak Fauzi Bowo. tapi, Adang sanggup beli segala macam space yang ada di Jakarta buat ditempelin poster dan spanduk tentang dirinya.
Si aku lewat Pondok Indah nih, setiap 10 meter ada spanduk Pilih Adang dengan berbagai gaya, back to back. yang paling aku inget adalah spanduk soal betot duitnya tapi tetep coblos no. 1. Soalnya aku sempet nanya ke mama dan supirku apa arti 'betot' sebenernya.

Sampe akhirnya datanglah hari libur ini bagi orang Jakarta. Hari pencoblosan.
Si bokap sih seneng-seneng aja kantor ditutup, secara beliau udah over-worked gila-gilaan gituh. Padahal si beliau gak ikutan nyoblos dengan alasan warga Bintaro a.k.a Tangerang a.k.a Banten. Padahal lagi pas pemilu Banten gak ikutan juga. hahaha!
Si aku udah bangun pagi-pagi (well, kalau jam 8 itu masih bisa dibilang pagi). Langsung nonton berita (well, sebenernya sih nonton Doraemon dulu.hehehe!), langsung dapet berita tentang Pilkada DKI.
Jam sembilanan gituh, ada Adang Darajatun disorot, pas lagi mau nyoblos. It really made me wonder loh, apakah dia nyoblos buat dirinya sendiri ya?
trus kan aku pergi ya... byasalah banyak urusan... hehehe
trus pas nyampe rumah lagi, jam stengah delapan malam, aku baru menemukan bahwa Quick Count milik Media Indonesia group menyatakan bahwa menurut hasil perhitungan mereka, Fauzi Bowo menang.
Aku langsung yang, "Well... that's fast..."

Sesuai dengan ramalan jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam, Fauzi Bowo menang...
Congrats ya, Pak!
smoga bisa membawa kebaikan bagi Jakarta...

bukannya apa-apa ya...
Si aku nih udah terlanjur kagum sama Sutiyoso...
mostly because kekerasan kepala-nya buat ngebangun Busway... yang ternyata berguna banget kan? terutama pas Jakarta macet total pas kampanye putaran terakhir kemarin...
jadi, Gubernur selanjutnya... (kemungkinan besar) Pak Fauzi Bowo, aku harap bisa membawa Jakarta kearah yang lebih baik...
Ahli tata kota nih... jadi penasaran apa yang bakalan dia bikin nanti...
walaupun agak-agak pesimis juga sih, Jakarta, apanya lagi sih yang bisa diubah? berani ngubah gak? warga Jakarta mau nerima perubahan gak?

well, let's see lah ya...
dan congrats skali lagi buat Pak Fauzi Bowo... jangan bersedih buat Pak Adang...
good luck for everything ya, Pak!
saya tunggu kontribusinya bagi Jakarta...

Saturday, August 04, 2007

Sendiri (dengan nada lagu Sherina)

Liburan ini, saya mendedikasikan diri untuk magang di EF.
Sehubungan dengan padatnya waktu kerja saya (11am-7pm on weekdays and 9am-1pm on Saturday), waktu saya bersama teman-teman sangat sedikit.
Begitu pula waktu saya dengan keluarga.

Nah, saat-saat kerja seperti inilah saya baru menyadari bahwa kalau kerja tuh emang bener-bener gak bisa liburan. Ngambil cuti juga nyari timing yang tepat juga susah.
Kerja ini juga jadi bikin saya lebih individualis.
Karena biasanya pulang kantor udah kelaparan setengah mati plus ngantuk gila-gilaan gara-gara kena AC seharian, saya langsung tancap ke rumah.
jarang banget maen ama temen. dinner ama temen. mampir ke studio 8EH. bahkan nelepon kluarga di Jakarta.

Jadi, hidup saya selama liburan ini bener-bener jauh dari orang lain.
Bangun tidur jam 8.30 pagi. Langsung sarapan sambil baca buku (mostly tanpa pasang TV). Habis itu mandi dan berangkat ke kantor. Sampai kantor jam 11, kadang kecepetan, kadang udah telat (tapi jarang banget loh!!!). Selama di kantor, ya berusaha bekerja dengan baik. Jam istirahat, biasanya ngobrol banyak sama mbak-mbak EF (yang otomatis jadi orang-orang yang paling sering saya ajak ngobrol). Jam 5 sore, mbak-mbak itu pada pulang. Saya sendirian di kantor, ampe jam 7 malam. Jam 7 malam, kadang-kadang extend ampe jam setengah 8 gara-gara kerjaan yang 'nanggung', saya langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah, dialog saya sama pembantu cuman, "Ai, saya mau makan." atau "Ai, makannya udah." Setelah mandi dan makan sambil baca buku (saya jarang pasang TV), saya balik lagi ke kamar saya sendiri. Jam 9, para pembantu saya udah pada tidur. Saya menenggelamkan diri dalam buku atau internet. biasanya saya tahan sampai jam 12. Habis itu tidur nyenyak sampai jam 8.30 lagi.

benar-benar gak ada hubungan sama 'dunia luar'.
saya jarang ngsms orang kalau saya gak disms duluan... beugh, apalagi nelepon.
jadi, saya sekarang wondering, kemana ya temen-temen saya?

Ortu juga kayaknya semakin cuek dengan kehadiran saya dimuka bumi ini.
Gak pernah nelepon kalau gak ada urusan kayak, "Dhe, hari ini tukang lemari mau datang!"
Saya sih mana ke-inget-an nelepon rumah Jakarta. toh mereka-nya juga pada sibuk. dan kalau saya nelepon ke Jakarta, pasti diasumsikan bahwa telah terjadi 'apa-apa' sama saya, saking jarangnya saya nelepon. wah, kalo sms mah saya lebih males lagi... kalo ada perlu aja ngesms orang tua.

Jadi, sehubungan dengan ke-individualitas-an saya, saya agak ketakutan nih...

buktinya orang tua saya udah mengeluarkan kalimat, "Atau kamu gak mau ke Jakarta?"
artinya, mereka udah menawarkan saya untuk tidak datang mengunjungi mereka. bukannya kalimat yang dulu pernah sering mereka lontarkan pada saya, "Dhe, kok gak pernah ke Jakarta?"
gawat kan?

temen-temen saya juga udah nanya, "Alien, kapan kita mau ke Dufan?"
kalau kata Maliq & d'essentials sih, "Ku hanya duduk terdiam..."
temen saya di 8EH udah bilang, "Lu bisa al? Ntar d omongin lg dh... k studio kan hr ini..."
udah gak ada tanda tanya lagi di akhir kalimat 'k studio kan hr ini...' yang artinya saya udah dicariin gara-gara udah lama gak nyetor muka dan nyetor will untuk kerja di 8eh...

Sungguh, saya merasa sangat bersalah...
dan ketakutan...

bersalah karena tingkat ke-individualitas-an saya meningkat gila-gilaan selama liburan ini... saya jadi gak peduli dengan sekitar (keluarga dan teman-teman).

ketakutan karena nanti pada saatnya saya harus menekan rasa ke-individualitas-an saya, hubungan saya dengan keluarga dan teman-teman udah terlanjur awkward...
sumpah saya paling bingung buat mencairkan suasana yang awkward itu...

ah...
I'm really not looking forward to end this holiday...

being a spoiled individualist itu ternyata enak banget!

Thursday, August 02, 2007

egg head

yup!
when I wrote egg head, what I really meant is a smart person.
in this posting, I want to be more specific and write about smart guys.

As I wrote here before, I have a major crush on a guy.
I mentioned this guy before a few times (if not many) but I believe that I haven't write it down here explicitly.
I have no idea what this guy has that makes me fall so hard on him.
See, I don't think he's a handsome. He's not a good looking kinda guy too; he's an okay-looking kinda guy. he or his parents are not rich. he's a really quiet person, very introvert. he's not six packs, not even close.
So far, despite his nice smile, his gentleman act, and his religiousness, I found one thing from him that is worth my having a crush on him: he's smart. damn smart. and diligent.

That is where I got to two conclusions:

  1. I'm so weird (because I've been having a crush on him since gr. 10 and I only found ONE thing on him that I can't find on someone else. His being really smart)
  2. There's 'something' in smart people

I found that my two conclusions were right.

Well, since the first one doesn't nescessarily need an approvement from anyone else but myself, I actually got an easier stuff to figure out.

and tonite, I have proven (at least to myself) that there's actually 'something' in smart people.

The thing is, after work tonite, I went to a friend's home to drop in my beloved Harry Potter and the Deathly Hallows book for him to borrow (I know! I'm such a good friend!). Before I went to his home, I told him in advance that I wanted to talk to him about stuff. Well, gossip about stuff, actually.

So, I got to his house. He got out and we chose to sit in my car and talk rather than go inside his home on account on his home being really full of the number of his family members that live there. We wouldn't have a private area for us to gossip around other than his room, which is not an apropriate place for us two to talk.

In my car, the truth was flooding from his mouth.

I've been right all along. there's just 'something' in smart people, specifically smart guys, which drives girls crazy over it.

It's been a really long time since we had our last talk about love life. So we did talk about my love life (not much, I should say), our friends' love life (a lot), and his love life. There's surprisingly a whole lot to talk about his love life. Suddenly, many girls are falling for him.

Before I get too far, lemme describe him a little.

He's tall with dark complexion. He wears glasses and his hair is kinda long which funnily doesn't bother him eventhough it's covering his eyes up and it does bother me a lot. He's really skinny even though he eats a whole lot. In my opinion, he's not handsome, nor good-looking, let alone cute (Sori, Tang, it's my very own personal opinion loh... and u also should remember all those stuff u said on my face...lol)

but he is indeed smart. he was always the top 3 back when were still in junior high and high school. top five was his worst rank, I believe. In ITB he's trying to hold on to GPA of 4,0, I wouldn't be surprise if he'd get the same GPA next semester.

and yes, many girls are all over him right now. this one girl keeps on calling him. this one other girl said she likes him into his face. another girl asked him to be committed with her. and other girls are simply happy to be with him therefore want to be with him forever. well, I may exaggerate some stuff, but still...

so, I'm right. It's official.

there's definetly 'something' in those smart guys that drive girls crazy.

unfortunately, I 'can' see it without knowing what it is actually. therefore, I fall for it.

what it takes

what does it take to make me feel all thos butterflies in my stomach?
what does it take to make me excited enough all day long?

one single sms that says,
"Dhe, udh punya buku laskar pelangi?"

well, if that is not enough, because I'm probably gonna send a reply that says,
"Belum. Knp tiba2 nanya?"

try to send this sms,
"Buat kado.takutnya udh punya. O ya skalian ngasi tau, di landmark ada pameran buku dari tgl 1-7 agustus.."

I may probably send a very exciting reply like,
"Baek bgt!!!wah asik!"
but that is honestly not enough.

probably you should send a sms like,
"Tp ngasihnya nanti ya dhe, klo udh mulai kuliah insya allah."

I-of course-will definetly ask you this,
"knp g ngasi k rmh?"

and this is what it takes to make me feel all those butterflies in my stomach,
"Kamu kan kerja dari jam 11 sampai jam 7 malem, jadi mendingan ntar aja ngashnya..."

Now you know...

Wednesday, August 01, 2007

It's a SMALL world after all

Do you recognize this song?

It's a world of laughter, a world or tears
Its a world of hopes, its a world of fear
There's so much that we share
That its time we're aware
It's a small world after all

CHORUS:
It's a small world after all
It's a small world after all
It's a small world after all
It's a small, small world

There is just one moon and one golden sun
And a smile means friendship to everyone.
Though the mountains divide
And the oceans are wide
It's a small small world
(chorus)


Yup! a Disney song, "It's a Small World".

Mau ke Disneyland manapun juga, pasti aja ada satu mainan yang kita naik perahu terus ngeliat-liat boneka yang pake baju daerah dari berbagai macam belahan dunia.
Kalo di Dufan mah namanya "Istana Boneka".

Salah satu mainan/wahana favorit-ku, as a matter of fact.
Beneran deh...
Setiap ke Dufan, pasti HARUS naek Istana Boneka.
and I have been to 3 Disneylands in my whole life: Euro Disney, Hong Kong Disneyland, and Tokyo Disneyland, I never miss the It's A Small World Castle.
Aku ngerasa mainan/wahana ini adalah salah satu kreasi paling kerennya amusment parks aja. The idea is I guess to show the kids that there are lots of other people in this world who have different custom, clothes, languanges, etc.
Sayangnya Istana Boneka yang di Dufan udah gak dirawat, udah banyak banget boneka yang gak bisa gerak-gerak. Jadinya peminat wahana kesukaanku ini berkurang.
Oh ya, salah satu alasan aku slalu masuk ke It's A Small World Castle thingie di 3 Disneylands juga karena pengen sekedar ngecek. Katanya kan mereka punya boneka yang didandanin dari hampir smua negara di dunia, nah, ada Indonesia gak...
Setelah pergi ke 3 Disneylands, hasil yang kudapat agak mengecewakan. Di Euro Disney dan Hong Kong Disneyland cuma ada boneka yang didandanin gaya penari Bali. Di Hong Kong kalo gak salah ada 3 boneka yang mata ama pantatnya goyang-goyang bak penari Bali. Kalau di Euro Disney, aku udah lupa-lupa inget gimana bonekanya. Sedangkan di Tokyo Disneyland gak jelas apakah ada boneka yang mewakili Indonesia ato gak. soalnya, seinget aku disana gak ada boneka yang pake baju Bali. Adanya sekumpulan boneka yang katanya berasal dari Asia tapi gak bisa dibedakan apakah boneka itu adalah Malaysia's atau Indonesia's representatives.
Sedih deh... jadi ngrasa segitu gak berharganya Indonesia di mata Disneyland...

Anyway,
aku nulis postingan ini karena lagi kepikiran aja soal the world being small and all...

Sebenernya, aku udah sadar kalau kita tinggal di dunia yang kecil itu sejak dulu kala.
Sejak diceritain sama kedua orang tuaku kalau dulunya mama dan papaku itu tetanggaan di kampung (Padang Sidempuan) sana. Terus, mamaku pindah ke Bandung pas kelas 3 SD, papa masih di kampung. Pas papa pindah ke Bandung gara-gara masuk ITB, papa sempet nge-kost di usaha kost-kost-annya Ompung dari pihak mama-ku. Trus, papa dulu juga suka main kebut-kebutan bareng abangnya mamaku a.k.a uwakku. Ditambah lagi karena dulu uang kiriman Ompung dari pihak papa-ku suka lama nyampe-nya, papaku pernah jadi kenek dan/atau sopir angkot-nya Ompung dari pihak mama-ku.
jadi, dapet jodohnya ya, disitu-situ aja...
It's a small world after all.

Belum lagi pas aku lagi sibuk di EF.
tiba-tiba ada empat orang anak SMA dateng ke kantor, mau nanya-nanya tentang homestay di luar negeri.
trus kan tiba saatnya kenalan.
"Halo, saya Alien" Aku harus ramah dong...
Tiba-tiba ada seorang anak yang bilang, "Eh, Alien? Kenal sama 'X' gak?"
Aku melihat si anak itu sambil berpikir keras. Sampai akhirnya, "Oh iya, kenal lah... temen SMA..."
Si anak dengan polosnya menjawab. "Iya... 'X' itu sepupu aku. Dia pernah bilang kalau punya temen yang namanya Alien..."
It's a small world after all.

Ada lagi kejadian pas aku lagi sibuk neleponin orang.
"Halo... Betul dengan 'Y'?" aku bersikap sopan.
"Iya, betul. Dengan siapa ya?" si 'Y' menjawab.
"Ini Alien dari EF..." memperkenalkan diri. "Waktu itu kamu pernah daftar mau test ya? Kok waktu hari Minggu kemarin gak dateng? Mau reschedule?" get straight to the bussiness.
"Oh iya... Ada urusan..." Jawaban standar. "Eh, ini teh Alien yang dulu pernah les Bahasa Inggris di 'ABC' yang di jalan 'OPQ' itu ya?"
Bingung, tapi kujawab juga, "Mmm... iya... aku emang pernah les Bahasa Inggris di 'ABC' sih... kok tau?"
"Ih... alien, masa lupa..." si Y kemudian menjelaskan dengan singkat masa-masa kita les Bahasa Inggris bareng dulu.
"Oh iya... inget! inget!" I felt the excitement.
It's a small world.

Terus yang lucu adalah kejadian tadi siang...
Ada seorang mbak-mbak yang dulunya pernah kerja di EF dateng ke kantor buat ngerumpi.
Rumpi punya rumpi, entah kenapa si mbak ini jadi bilang,
"Soalnya gue pernah suka ama seorang cowok... namanya 'G'..."
Aku yang sebenernya sibuk kerja sambil ngupingin rumpiannya para mbak-mbak itu, langsung berpaling dari komputer dan mengangkat tangan layaknya di sekolah terus teriak,
"Aku tau 'G', Mbak!!!"
Mbak ini langsung berpaling juga padaku dan kaget.
"Kamu kenal darimana???!!!"
terus secara otomatis aku jadi ikutan ngerumpi. Sharing gimana ceritanya kita bisa kenal si cowok 'G' ini, cerita gimana 'bentuknya' dia, sekolah apa, kerjanya apa, dll.
sampai akhirnya, kita berdua ngebongkar foto album masing-masing yang isinya ada foto si cowok 'G' ini...
si mbak ini langsung bilang, "ah bo... jadi malu gue cerita-cerita gini... ternyata ada yang kenal ama si 'G'..."
hahaha.
It's a small world after all.

Tapi salah satu bukti otentik bahwa it is a small world after all adalah kejadian berikut ini.
Aku lagi makan berdua sama one of my best friend who doesn't go to ITB.
terus si temenku itu cerita...
"Alien, waktu itu aku disuruh ngisi kuesioner buat data tugas akhirnya senior gitu. Sebenernya sasarannya adalah anak SMA, tapi karena lagi pada libur, yah, jadi nge-boong deh. Kita-kita pada disuruh ngisi kuesioner dan disuruh nulis nama SMA kita dulunya..."
Sampe situ aja aku udah ketawa-ketawa sambil menghina-hina.
"Terus, aku lagi bertiga kan, sama 'M' (temennya temenku yang juga temenan sama aku) dan satu temen cowok, namanya 'R'. Kita semua ngisi kuesioner. Pas aku ngintip kuesionernya si 'R', ternyata dia SMA 'HIJ', ur xbf's former high school!"
Aku ketawa terbahak-bahak sambil gak sabar nungguin apa yang akan terjadi slanjutnya.
trus mulai deh pembicaran tentang SMA:
"eh, lo SMA 3 ya?" kata si 'R' ke temenku. "kenal anak SMA 5 gak?" si 'R' mulai bertanya-tanya.
"Yah... sapa dulu..." temenku udah deg-deg-an, tau apa yang akan terjadi slanjutnya.
"kenal si 'W' gak?" si 'R' nanya.
Nahan ketawa, temenku menjawab, "Tau... kenapa emang?"
(Sementara aku yang diceritain udah ketawa histeris.)
"Si 'W' itu kan pacarnya temen gue... si 'D'..." si 'R' menjelaskan.
Temenku ketawa ngakak. "Si 'D' itu mantannya temen gue (a.k.a me)"
Jadi.... I have a friend, who has a friend who is a friend of my xbfriend. (hahaha! I know... a weird way to explain it...but whatever!)
Well,
It is a SMALL world after all.

Jadi ya, aku jadi kepengen maen ke Dufan dan maen ke Istana Boneka nih, biar bisa nyanyi-nyanyi lagu "It's a Small World" versi Bahasa Indonesia-nya. (closing yang aneh...)